AMPB Soroti Pernyataan TKN Prabowo – Gibran Terkait Gerakan Mahasiswa Cenderung Negative Campaign

Teras Media

- Penulis

Selasa, 16 Januari 2024 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Mahasiswa Banten menegaskan bahwa penyebaran tabloid achtung beberapa waktu lalu merupakan penyampaian data dan fakta yang perlu diketahui oleh publik, Selasa (16/1/2024)

i

Keterangan foto : Mahasiswa Banten menegaskan bahwa penyebaran tabloid achtung beberapa waktu lalu merupakan penyampaian data dan fakta yang perlu diketahui oleh publik, Selasa (16/1/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Serang – Mahasiswa Banten menegaskan bahwa penyebaran tabloid achtung beberapa waktu lalu merupakan penyampaian data dan fakta yang perlu diketahui oleh publik.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banten (AMPB) sangat kecewa dengan pernyataan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran yang menuding gerakan itu mengarah pada black atau negative campaign.

“Jika bicara isi selebaran yang kita bagikan itu semua adalah berisi fakta karena kami menghimpun sumber informasi yang menurut kami bisa dipercaya lalu kami tuangkan ke dalam bentuk tulisan/selebaran,” kata juru bicara AMPB, Sandi, dalam Konferensi Pers di Universitas Raharja, Selasa 16 Januari 2023.

Menurut Sandi, data dan fakta yang dituangkan dalam media Achtung merupakan suara mahasiswa dalam meneruskan cita-cita reformasi untuk menemukan jalan terang terhadap pelanggaran HAM, terlebih bagi korban peluru serta belasan aktivis yang pada masa itu hilang tanpa bekas.

“Kita tau pra dan pascareformasi banyak korban dari aktivis mahasiswa yang berjuang di jalan untuk memperjuangkan reformasi. Ada 4 mahasiswa tertembak, lalu 13 aktivis hilang yang hingga saat ini belum ditemukan,” ujar Sandi.

Namun, lanjut Sandi, sangat miris jika TKN Prabowo-Gibran melemahkan gerakan mahasiswa yang dengan lantang menyuarakan perjuangan para korban reformasi itu. Dari sini, kata dia, terlihat jelas bahwa nilai-nilai demokrasi sedang dirusak.

“Dalam demokrasi justru reaksi elite politik seperti ini sangat menciderai dan merusak tatanan demokrasi yang sudah dibangun dan diperjuangkan sejak lama,” katanya.

AMPB menyebutkan bahwa gerakan mahasiswa ini bukanlah sebuah upaya penggagalan Pemilu seperti yang dikatakan oleh TKN Prabowo-Gibran.

Menurutnya, tuduhan itu tidak mendasar, apabila bersebrangan dengan media Achtung silakan diadu dengan data.

“Lawan dengan data, jangan kemudian malah berniat mengkriminalisasi inisiatif mahasiswa yang cinta sejarah dan peduli terhadap masa depan negeri ini,” ujar Sandi.

AMPB juga menepis soal tuduhan Bawaslu yang menyebutkan gerakan selebaran Achtung menjadi bentuk negative campaign.

“Karena hingga tulisan dibuat kami masih meyakini apa yang kami tuangkan dalam selebaran Achtung itu adalah kebenaran tapi kami diancam dengan uu no 7 2017 pasal 280, dalam hal ini jelas bawaslu tidak mampu membedakan mana gerakan moral dan mana negative campaign,” tukas Sandi.

Sebelumnya, pada kamis 11 Januari 2024 ada sekitar 899 kampus se Indonesia serentak membagikan selebaran soal pelanggaran HAM masa lalu. (Dede)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Diduga Kantin SDN 1 Rangkasbitung Timur Pungut Sewa Lapak Pedagang Tidak Transparan
Jembatan Harapan di Selatan Pandeglang: TNI dan Rakyat Putus Keterisolasian
Slogan Bahagia, Tokoh Serang Sebut Rakyat Masih Tercekik Sampah dan Kemiskinan
Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan
Kapolda Banten Hadiri May Day 2026, Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Buruh
Kapolda Banten Ucapkan Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026
Anjay, Gak Cuma Omong Doang dan Pencintraan, Dewan Erik Heriana Turun Bantu Warga
Hardiknas 2026, Kadisdik Lebak Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Demi Pendidikan Berkualitas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:45 WIB

Diduga Kantin SDN 1 Rangkasbitung Timur Pungut Sewa Lapak Pedagang Tidak Transparan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:47 WIB

Jembatan Harapan di Selatan Pandeglang: TNI dan Rakyat Putus Keterisolasian

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:23 WIB

Slogan Bahagia, Tokoh Serang Sebut Rakyat Masih Tercekik Sampah dan Kemiskinan

Senin, 4 Mei 2026 - 21:19 WIB

Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:05 WIB

Kapolda Banten Hadiri May Day 2026, Tegaskan Pentingnya Sinergi untuk Stabilitas dan Kesejahteraan Buruh

Berita Terbaru