Pade Kemana Nih..!! Masyarakat Resah Sampah Meluap Hingga Mencapai Bibir Jalan Iskandar Muda

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Sampah menggunung penuhi bibir jalan Iskandar muda.

i

Keterangan Foto: Sampah menggunung penuhi bibir jalan Iskandar muda.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, meluap hingga mencapai bibir Jalan Iskandar Muda, aroma bau tak sedap sangat mengganggu aktifitas para pengguna jalan, demikian yang disampaikan melalui WhatsApp oleh Petrus Herman Penggiat Demokrasi Kota Tangerang pada Rabu (23 /7/2024)

Lebih lanjut ia mengatakan kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan pengguna jalan. Tumpukan sampah yang meluber hingga ke jalan raya terlihat jelas di sekitar pintu 1 TPA Rawa Kucing.

Kondisi ini semakin diperparah oleh tidak adanya pagar pembatas antara area TPA dan jalan umum. Proses penurunan sampah dari truk juga dilakukan di jalan raya, menimbulkan gangguan pada aktivitas pengendara.

Selain sampah, air lindi juga menggenangi sebagian jalan. Sejumlah pengendara jalan mengeluh. Petrus Herman menyampaikan kekesalannya terhadap bau yang mengganggu dan tumpahan sampah yang menyebabkan kemacetan jalan.

“Sangat mengganggu lah, bau terus bikin macet juga,” ujarnya saat melintas di Jalan Iskandar Muda, siang itu ungkapnya.

Petrus Herman yang juga berdomisili disekitar TPA Rawa Kucing, mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap bau tak sedap dan kemacetan yang diakibatkan oleh situasi di sekitar TPA Rawa Kucing. Ia menyoroti kurangnya pagar pembatas antara tumpukan sampah dengan badan jalan.

“Ya jadi kan jalanannya licin, rawan kecelakaan jadinya,” tutur Herman

Dirinya berharap agar Pemerintah Kota Tangerang segera melakukan perbaikan sistem bongkar muat sampah di TPA Rawa Kucing guna mengatasi dampak buruk yang dirasakan oleh warga sekitar.

“Kami capek setiap hari dihadapi antrean truk sampah yang panjang begitu, bikin macet.

Dirinyapun berharap pemerintah segera berbenah,” Jika keadaan ini terus dibiarkan tanpa solusi yang nyata, dan TPA dipaksa untuk tetap menampung sampah, fenomena Tsunami Sampah akan terjadi.

Saat ini Kota Tangerang menghasilkan tak kurang dari 1.400 ton sampah perhari. Sampah tersebut menumpuk di TPA Rawa Kucing, Kota .

Jika terlalu banyak kuota sampah itu sendiri bisa membuat bahaya para pekerja yang ada. “Bahaya jika diteruskan, karena ambang batas ada di 20 meter tingginya. Hal tersebut bisa saja menyebabkan kecelakaan seperti longsor dan kebakaran yang pernah terjadi pungkasnya.

(Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru