Basarnas Harus Lakukan Pembinaan Komunitas Siaga Bencana

Teras Media

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa (Red)

i

Foto Istimewa (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Indonesia adalah negeri megah yang berdiri di atas keindahan dan kerentanan sekaligus. Terletak di atas tiga lempeng besar dunia dan dikelilingi oleh puluhan gunung api aktif, tanah air ini tidak hanya dikaruniai kekayaan alam, tetapi juga diuji dengan potensi bencana yang nyaris tak henti: gempa bumi, tsunami, letusan gunung, banjir bandang, dan lainnya.

Kabupaten Pandeglang di Provinsi Banten adalah salah satu wilayah yang berada dalam episentrum kerawanan itu. Bentang garis pantainya yang luas, serta kedekatannya dengan Gunung Anak Krakatau, membuat daerah ini memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana. Hal inilah yang menjadi latar belakang diselenggarakannya Workshop Pemberdayaan Masyarakat untuk Kesiapsiagaan Bencana oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) di Aula Gedung PGRI Carita, Rabu (30/7/2025).

Membuka kegiatan tersebut, Dr. Ahmad Fauzi, Anggota DPR RI Fraksi Kebangkitan Bangsa Dapil Banten I, tampil penuh semangat dan kepedulian. Dalam pidatonya, ia menyampaikan pandangan mendalam mengenai pentingnya menggeser paradigma kebencanaan dari reaktif menjadi proaktif. Salah satu pilar utamanya adalah keberadaan komunitas siaga bencana di tengah masyarakat.

“Hari ini, kita tidak lagi bisa hanya mengandalkan aparat atau lembaga penyelamat datang dari luar saat bencana terjadi. Waktu adalah nyawa. Yang terdekat dengan korban adalah tetangganya, keluarganya, komunitasnya sendiri. Maka Basarnas harus hadir tidak hanya sebagai penyelamat, tetapi sebagai pembina dan pendidik komunitas,” tegas Ahmad Fauzi di hadapan para peserta.

Menurutnya, pembinaan komunitas siaga bencana harus menjadi program berkelanjutan, bukan sekadar seremonial atau musiman. Pembinaan itu mencakup pelatihan teknik evakuasi, pertolongan pertama, komunikasi darurat, hingga simulasi nyata di lapangan. Lebih dari itu, komunitas perlu dibekali alat dasar dan jejaring koordinasi langsung dengan BPBD atau Basarnas.

“Masyarakat yang terlatih akan menjadi perpanjangan tangan negara saat darurat datang. Mereka adalah pahlawan yang tak berseragam,” ujar legislator yang dikenal vokal dalam isu-isu kebencanaan itu.

Workshop ini diikuti oleh puluhan pemuda dari berbagai kecamatan di Pandeglang. Mereka mendapatkan materi langsung dari instruktur Basarnas tentang prinsip dasar penyelamatan, mitigasi bencana, hingga pembentukan jejaring komunitas siaga di tingkat desa dan kelurahan.

Salah seorang peserta, Fitri (23), mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama ia mengikuti pelatihan kebencanaan secara langsung.

“Selama ini kami hanya tahu dari berita, tapi sekarang kami dilatih langsung. Saya baru sadar bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita semua,” ucapnya penuh semangat.

Ahmad Fauzi menambahkan bahwa daerah-daerah rawan bencana seperti Pandeglang tidak bisa hanya mengandalkan kecepatan tim evakuasi yang datang dari kota. Warga harus menjadi bagian dari sistem perlindungan diri mereka sendiri. Karena itu, ia akan mendorong melalui parlemen agar Basarnas mendapat dukungan anggaran dan regulasi yang lebih kuat dalam pembinaan komunitas di seluruh Indonesia.

“Bukan hanya sekadar datang saat sirine berbunyi. Basarnas harus menjadi mitra tetap masyarakat, hadir sejak sebelum bencana, lewat pelatihan, pembinaan, dan pendampingan. Itulah bentuk kehadiran negara yang sesungguhnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Fauzi menilai bahwa di tengah ancaman perubahan iklim global, frekuensi bencana di masa depan diperkirakan akan meningkat. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan harus mulai memprioritaskan aspek pengurangan risiko bencana dan ketahanan komunitas.

“Pembangunan yang tangguh adalah pembangunan yang mampu berdiri di atas kesiapsiagaan. Dan ketahanan itu bermula dari pengetahuan, lalu latihan, lalu kedisiplinan komunitas. Itu semua harus dimulai sekarang,” pungkasnya.

Ahmad Fauzi berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sebagai agenda pelatihan, tetapi menjadi gerakan sosial baru di tingkat akar rumput: menciptakan generasi yang sadar risiko, cepat bertindak, dan siap menyelamatkan. (Yusuf)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru