Gagal Kawal Haji, Lukai Guru: Menag Harus Reshuffle Sekarang

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Egi Hendrawan

i

Foto: Egi Hendrawan

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Sorotan publik terhadap Menteri Agama Nasaruddin Umar semakin tajam. Dua isu besar yang menjeratnya kegagalan dalam penyelenggaraan Haji 2025 dan pernyataannya soal guru yang dianggap merendahkan mendorong desakan reshuffle kabinet makin bergema.

Dalam pelaksanaan haji, sederet masalah besar tidak bisa ditutup-tutupi. Evakuasi jemaah di Muzdalifah terlambat 40 menit, membuat ribuan orang kelelahan. Pasangan suami-istri, orang tua-anak, hingga lansia dengan pendamping dipisahkan penempatannya di hotel. Penempatan tenda di Arafah pun kacau, sebagian jemaah terpaksa berpindah-pindah sebelum akhirnya dialihkan ke tenda cadangan.

Belum cukup di situ, perubahan mendadak aturan syarikah dari otoritas Saudi membuat sistem operasional kocar-kacir. Indonesia Corruption Watch (ICW) bahkan melaporkan dugaan monopoli layanan Masyair dan penyediaan konsumsi jemaah yang di bawah standar gizi ke KPK.

Meski Menteri Agama telah meminta maaf, publik menilai permintaan itu tidak cukup untuk menutupi kegagalan sistemik yang menodai ibadah suci umat.

Kekecewaan semakin dalam setelah ucapan Menag dalam acara Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UIN Jakarta viral: “Kalau mau cari uang jangan jadi guru, jadi pedaganglah.” Potongan kalimat itu menimbulkan luka mendalam bagi para guru, terutama honorer, yang selama ini hidup dengan gaji minim.

Menag memang kemudian mengklarifikasi dan meminta maaf, menyebut tak ada niat merendahkan profesi guru. Namun, bagi banyak kalangan, ucapan tersebut sudah terlanjur melukai.

Aktivis Nasional Jambore 2017, Egi Hendrawan, menilai persoalan ini bukan sekadar salah ucap.

“Guru adalah pelita bangsa. Saat seorang Menteri menyamakan mereka dengan pedagang hanya karena persoalan gaji, itu penghinaan terhadap pengabdian mereka. Ditambah kekacauan haji, ini bukti Kementerian Agama kehilangan nurani,” tegasnya, kamis (4/9/2025).

Egi menambahkan, reshuffle bukan sekadar pilihan politik, melainkan kebutuhan moral bangsa.

“Bangsa ini butuh pemimpin yang berhati nurani, bukan sekadar pejabat yang minta maaf setelah semua terjadi. Jika suara rakyat terus diabaikan, gelombang perlawanan akan semakin membesar,” ujarnya.

Kini bola panas berada di tangan Presiden. Apakah reshuffle akan dilakukan demi mengembalikan kepercayaan rakyat, ataukah publik kembali dibiarkan menanggung kecewa?

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Berita Terbaru