Kehadiran Babinsa Bhabinkamtibmas Memastikan Pelaksanaan Dapur Sekolah MBG Berjalan Aman

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto MBG

i

Foto MBG

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Sebagai bentuk kolaborasi dengan semua pihak, pada pelaksanaan uji coba penerapan Dapur Sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SDN 01 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/09/2025), pihak sekolah bersama mitra juga mengundang beberapa pihak terkait.

Tujuannya agar dalam pelaksanaan program tersebut, para pihak mendapat kepastian bahwa makanan yang dikonsumsi oleh para siswa sehat, aman, dan bergizi.

Mereka yang hadir antara lain dari pihak Babinsa dan Babinkamtibmas setempat yang siap untuk mengawal pelaksanaan Makan Bergizi Gratis yang ada di wilayahnya. Juga hadir dari pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.

Menurut perwakilan dari Babinsa Menteng, Catur S, bahwa pihaknya siap untuk mengawal adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di wilayahnya. Hal ini menurutnya, karena sudah merupakan instruksi dari pimpinan, sesuai dengan tupoksinya.

“Sesuai dengan tugas kami untuk mengawal dan memastikan pelaksanaan program MBG yang ada di wilayah kami berjalan lancar dan aman. Dan kami apresiasi pelaksanaan MBG di SDN 01 Menteng ini, tadi kami lihat langsung berjalan aman dan lancar, anak-anak juga begitu antusias dan senang dalam menikmati makanannya,” jelas Catur S, Babinsa Menteng, Jakarta Pusat.

Tim dari Babinsa dan Babinkamtibmas tidak sekadar hadir dalam program uji coba Dapur Sekolah tersebut, mereka juga berdialog dan memberikan motivasi kepada anak-anak. Sehingga anak-anak juga mendapat berbagai pengetahuan di sela-sela menikmati MBG.

Penerapan Konsep Dapur Sekolah dan Kolaborasi Multipihak Solusi Masalah MBG

Dalam sepekan terakhir, paling sedikit terjadi kasus keracunan MBG di 5 daerah. Kasus terbaru terjadi di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, yang menimpa 277 orang di 2 SDN, 1 SMP, 1 SMA, dan 1 SMK. Di Garut ada 569 siswa yang keracunan makanan dari dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan SPPG yang memasok makanan di daerah itu sudah beroperasi 8 bulan, dan tak pernah ada masalah. Ia menduga keracunan bersumber dari bahan baku masakan.

Menanggapi sedemikian sering terjadi kasus keracunan MBG, Anggota Komisi IX DPR dari PDIP Edy Wuryanto meminta supaya BGN tidak asal mengobral izin SPPG demi mengejar target jumlah guna menyerap anggaran. Dia melihat BGN cuma mengejar kuantitas, tapi mengabaikan kualitas. Dia juga menyoroti lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan setempat. Padahal, kata dia, BPOM sudah mendapat tambahan anggaran sampai Rp 700 miliar untuk pengawasan SPPG.

Terkait hal ini, Chairman of Mubarok Institute, Fadhil As Mubarok sejak awal sudah menawarkan solusi penarapan Dapur Sekolah untuk program MBG dengan melibatkan semua pihak yang ada di lingkungan sekolah, mulai dari kantin sekolah, orang tua dan komite sekolah, termasuk para pelaku usaha kecil yang ada di sekitar sekolah.

Dengan demikian lanjutnya, bahwa program MBG bukanlah sekadar proyek logistik untuk mendistribusikan makanan. Bahkan sesungguhnya ini adalah sebuah pendekatan holistik yang dirancang untuk menjadi katalis bagi pembangunan di berbagai sektor.

Uji coba Dapur Sekolah di SDN 1 Menteng Jakarta Pusat, lanjutnya bisa menjadi barometer pelaksanaan bagi sekolah lain.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong
Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN
Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat
SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)
THM One Two Six di Citra Raya Diduga Tanpa Izin, Warga dan Ponpes Resah Akibat Kebisingan
Diduga Mangkrak, Rumah Jabatan Kapolres Tambrauw Tak Rampung Meski Anggaran Rp2 Miliar
Dituding Berbuat Tak Senonoh, Ternyata Korban Investasi Bodong Rp200 Juta
Pasang Tiang di Tanah Warga Sembarangan, Fiber Net Dituduh Melawan Hukum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:39 WIB

Robby Wanma Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos ke Polresta Sorong

Senin, 20 April 2026 - 10:39 WIB

Apel Pagi di Nabire, Sekda Tegaskan TPP Bukan Hak Melainkan Reward Kinerja ASN

Minggu, 19 April 2026 - 20:27 WIB

Dituding Korupsi Dana Adat, Mesak Mambraku Tempuh Jalur Hukum dan Minta Klarifikasi Dewan Adat

Minggu, 19 April 2026 - 19:52 WIB

SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)

Minggu, 19 April 2026 - 16:40 WIB

THM One Two Six di Citra Raya Diduga Tanpa Izin, Warga dan Ponpes Resah Akibat Kebisingan

Berita Terbaru