Kepala Suku Moi Maya Geram, Direktorat Jenderal Gakkum KLHK Diduga Salahgunakan Wewenang

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 1 November 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red)

i

Foto (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Sorong – Masyarakat Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong, meluapkan kemarahan dan kekecewaan mereka terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK yang diduga memelintir hukum demi kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Kepala Suku Moi Maya sekaligus Kepala Distrik Salawati Selatan dengan lantang menyatakan bahwa rakyat sudah muak dengan cara kerja Gakkum yang menuduh tanpa bukti dan merugikan masyarakat adat.

“Mereka tuduh kayu dari wilayah konservasi, tapi tidak bisa membuktikan! Kami punya dokumen resmi-SKSKB-bukti pelunasan kewajiban negara. Tapi Gakkum memutarbalikkan fakta, seolah mereka paling benar, padahal menutupi persoalan lain,” tegasnya di Sorong, Jumat (31/10/2025).

Ia menilai tindakan Gakkum bukan penegakan hukum, melainkan bentuk arogansi dan pelecehan terhadap masyarakat adat. Karena itu, pihaknya mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera memeriksa dan menindak tegas oknum Gakkum yang diduga bermain di balik kasus ini.

“Kami sudah cukup sabar. Ini bukan lagi soal kayu, ini soal keadilan dan martabat masyarakat adat,” ujarnya.

Menurutnya, aksi pemalangan yang dilakukan masyarakat bukan tindakan anarkis, melainkan tindakan adat yang sah sebagai peringatan keras terhadap Gakkum yang dianggap menutup mata dan telinga terhadap aspirasi rakyat.

“Kami bukan orang gila yang suka palang-memalang. Kami tegakkan keadilan dengan cara adat. Sejak kami ikat kain merah, itu tanda peringatan. Kami tunggu Gakkum datang berdialog sampai malam, tapi tak ada yang berani muncul. Jadi kami palang kantor mereka, itu keputusan adat,” tegasnya dengan nada tinggi.

Masyarakat adat Moi Maya kini menuntut Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk turun langsung ke Salawati Selatan dan mendengar jeritan rakyat kecil yang selama ini dizalimi.

“Kami minta Presiden datang sendiri ke sini. Kalau Bapak Presiden datang, kami buka palang. Kalau tidak, kami akan gerakkan massa para pemilik hak ulayat yang lahannya dirusak tanpa izin. Kayu ditebang, tak diambil, negara rugi, rakyat rugi, tapi Gakkum diam saja. Mereka harus bertanggung jawab!” ujarnya keras.

Dalam pernyataan sikapnya, masyarakat adat menuntut agar tiga kontainer kayu yang kini tertahan di pelabuhan segera dikembalikan kepada pemilik adat, serta menuntut pembebasan Felix Wiliyanto, sosok yang disebut telah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak-anak di kampung.

Selain itu, Dewan Adat Suku Moi Maya juga menegaskan tuntutan denda adat sebesar Rp10 miliar atas kerusakan hutan yang terjadi di wilayah mereka akibat dugaan manipulasi hukum oleh oknum tertentu.

“Adat adalah hukum tertinggi,hukum dari Tuhan. Kami ini penjaga hutan, bukan perusak. Kami hanya menuntut keadilan. Semoga Bapak Presiden mendengar suara kami, suara rakyat adat yang selama ini ditindas oleh hukum yang dipelintir,” pungkasnya tegas.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru