Pengujung Bulan Puasa, Warga Lebak Sibuk Perbaiki Jalan Daripada Menyiapkan Kebutuhan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : kelompok warga di Kabupaten Lebak yang memilih fokus kerja bakti perbaiki jalan, Selasa (17/2/2026)

i

Keterangan foto : kelompok warga di Kabupaten Lebak yang memilih fokus kerja bakti perbaiki jalan, Selasa (17/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Di tengah kesibukan masyarakat yang mulai memasuki masa persiapan menyambut bulan suci Ramadan – mencari kebutuhan pokok, membersihkan rumah, dan menyusun anggaran untuk keperluan keluarga. Ada kelompok warga di Kabupaten Lebak yang memilih fokus pada hal lain.

Mereka tidak sibuk berbelanja atau merapikan rumah, melainkan berkumpul dengan alat berat sederhana dan tangan kosong untuk memperbaiki jalan yang sudah lama rusak parah.

Sekedar informasi, ruas Jalan Poros Kerta–Pasirbuntu yang menghubungkan Kabupaten Lebak dan Pandeglang bukan hanya sekadar jalan. Bagi ribuan warga di Desa Karangpamidangan, Kecamatan Wanasalam, dan Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, jalan sepanjang 11 kilometer tersebut adalah urat nadi kehidupan mereka.

Setiap hari, jalan ini digunakan untuk membawa hasil bumi ke pasar, mengantar anak-anak ke sekolah, dan menghubungkan keluarga yang tinggal di dua kabupaten berbeda. Namun belakangan ini, kondisi jalan semakin memprihatinkan – lebih dari 2 kilometer bagian terparah penuh dengan lubang dan permukaan yang bergelombang, membuat perjalanan menjadi sulit bahkan berbahaya.

Keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan di Pemerintah Kabupaten Lebak membuat perbaikan tidak bisa dilakukan secara maksimal. Saat itu, Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah datang berdialog dengan masyarakat.

Ia menjelaskan kondisi keterbatasan dana dengan jujur, tanpa basa-basi. Daripada hanya mengeluh atau menunggu bantuan yang tak jelas kapan datang, warga sepakat untuk bergerak sendiri.

Selasa (17/2/2026), sinyal untuk mulai kerja diberikan. Tak hanya kaum pria yang datang berkumpul – ibu-ibu yang biasanya sibuk di dapur atau mengurus anak juga ikut bergabung.

Beberapa membawa ember dan sekop, yang lain membantu membongkar agregat B dari dump truck, bahkan ada yang dengan senang hati membersihkan reruntuhan di pinggir jalan. Mereka bekerja dengan keringat bercucuran, meskipun cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda panas yang menyengat.

Total digunakan 70 meter kubik agregat B dan batu belah – setara dengan 10 dump truck. Sebagian bahan pembangun diberikan dari bantuan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya senilai Rp4 juta untuk lima dump truck, sementara sisanya didukung oleh kontribusi dari masyarakat sendiri. Tak sedikit di antara mereka yang mengorbankan uang yang seharusnya digunakan untuk belanja kebutuhan Ramadan demi membeli bahan tambahan perbaikan jalan.

Setelah berjam-jam bekerja bersama, jalan akhirnya siap digunakan kembali. Permukaan yang dulunya bergelombang kini rata, lubang yang sering membuat kendaraan mogok hilang, dan perjalanan bisa dilalui dengan lebih nyaman. Saat Musa melihat wajah-wajah warga yang penuh lelah namun bersinar dengan kebanggaan, ia tak bisa menahan rasa terharu.

“Di saat banyak orang sibuk menyambut Ramadan dengan berbagai persiapan, mereka justru memilih untuk memperbaiki jalan yang jadi tulang punggung kehidupan kita semua,” ujar Musa dengan suara yang sedikit bergetar.

Kolaborasi ini bukan yang pertama kalinya dilakukan. Sehari sebelumnya, Senin (16/2/2026), Musa juga turut serta bersama warga Kampung Pangairan, Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, merehabilitasi jalan sepanjang 500 meter yang sama-sama rusak parah.

Meskipun perbaikan kali ini hanya bersifat sementara, harapan besar terpancar dari setiap wajah warga. Mereka berharap, suatu hari nanti jalan tersebut bisa dibangun secara permanen dengan standar yang baik.

“Gotong royong ini solusi sementara. Tapi kita berharap, kelak ada pembangunan yang benar-benar kuat agar akses kita semakin lancar dan ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” ucap Musa sambil melihat beberapa anak kecil yang sudah mulai bermain riang di pinggir jalan yang baru diperbaiki.

Penulis : Rai

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan
Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak
Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua
Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”
Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu
Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:44 WIB

Matahukum Desak Kejaksaan Periksa Proyek Rehabilitasi Jalan Sunan Kalijaga Lebak dan Lakukan Audit Pengerjaan

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Pemprov Banten Sosialisasikan Program Ketahanan Pangan di Lebak

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Perjalanan 29 Tahun Berorganisasi, Ir Suhiluddin Lubis Terpilih Aklamasi Pimpin PAC Pemuda Pancasila Deli Tua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Jalan Cijinjuk Bertahun-tahun Rusak, Warga Pertanyakan Peran DPRD: “Setiap Hari Lewat, Mengapa Tak Kunjung Diperjuangkan?”

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Ketum FBB: Pilpres 2024 Sudah Selesai, Jangan Terus Cari Jalan untuk Memanggung Isu

Berita Terbaru