Aliansi Masyarakat Banten Segel Simbolik Mega Proyek Sawah Luhur

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co KOTA SERANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten menggelar aksi demonstrasi di lokasi Mega Proyek Sawah Luhur, Kota Serang, Rabu (18/2/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan ketidaksesuaian prosedur, potensi kerusakan lingkungan, serta kekhawatiran warga terhadap ruang hidup mereka.

Aksi diikuti berbagai elemen, mulai dari petani, nelayan, mahasiswa hingga tokoh masyarakat dan pendekar. Massa melakukan penyegelan simbolik di area proyek sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap aktivitas pembangunan yang dinilai belum memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi warga terdampak.

Dalam aksi itu, massa juga membentangkan bendera Merah Putih berukuran besar di tengah lokasi proyek. Bagi peserta aksi, simbol tersebut dimaknai sebagai penegasan bahwa pengelolaan tanah harus mengedepankan kepentingan rakyat dan keadilan sosial.

Koordinator aksi, Wildan, menegaskan pihaknya tidak menolak pembangunan, namun meminta agar seluruh proses dilakukan secara terbuka dan berpihak kepada masyarakat.

“Kami tidak anti pembangunan. Yang kami tolak adalah pembangunan yang dipaksakan tanpa transparansi dan tanpa mendengar aspirasi masyarakat. Jika tuntutan kami diabaikan, perjuangan ini akan kami bawa hingga tingkat nasional,” tegasnya dalam orasi.

Kekhawatiran juga disampaikan perwakilan warga Sawah Luhur, Bunda Umi. Ia menyoroti pentingnya kejelasan perizinan serta analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang transparan.

“Kami yang hidup di sini yang akan merasakan dampaknya. Bagaimana mungkin proyek sebesar ini berjalan tanpa dialog terbuka dengan warga,” ujarnya.

Meski berlangsung dengan tensi tinggi, aksi tetap berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan.

Tuntutan Aliansi Dalam pernyataannya, Aliansi Perjuangan Masyarakat Banten menyampaikan tiga tuntutan utama:

Menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek hingga seluruh aspek administratif dan lingkungan dipastikan sesuai hukum.

Membuka secara transparan dokumen perizinan dan analisis dampak lingkungan kepada publik.

Menggelar dialog terbuka antara pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat terdampak tanpa intimidasi.

Aliansi menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta pemerintah hadir sebagai penengah guna mencegah konflik sosial yang lebih luas.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026
Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP
Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung
Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan
Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang
Wabup Intan Hadiri Penen Jagung Serentak Kuartal II Polres Metro Tangsel
Kodim 0601 Pandeglang Hadiri Launching 1.061 Titik KDKMP, Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
LSM WGAB Soroti Dugaan Penimbunan Kayu Ilegal di Moswaren, APH Diminta Segera Bertindak
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:57 WIB

Upacara 17-an Kodim 0510/Trs, Kasad Ingatkan Bahaya Kemarau 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pekerja PT Win Win Travel Goods Technologies Bentuk Serikat Pekerja FSPIP

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:24 WIB

Dana Desa di Pandeglang Rp4,9 Miliar Diduga Dibancak! KITA Banten Siap Gedor Kejagung

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:35 WIB

Diduga Tak Kantongi Izin SIPA, Pengeboran Air Tanah di Lebak Diminta Segera Dihentikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:53 WIB

Bupati Tangerang Buka Pembinaan Tahap IV Kafilah MTQ Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru