Terasmedia.co Maybrat – Aksi pemalangan terjadi di Kabupaten Maybrat, tepatnya di kediaman Wakil Bupati Ferinando Salosa, pada Rabu (26/2/2025). Sejumlah warga melakukan pemalangan sebagai bentuk kekecewaan terhadap proses pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat.
Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah warga yang tidak lolos dalam pengumuman pengangkatan tenaga honor daerah menjadi PNS. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada pegawai yang dinyatakan memenuhi syarat.
Beberapa warga yang melakukan aksi mengaku sangat kecewa karena merasa telah dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai negeri. Namun, nama mereka tidak tercantum dalam daftar yang diumumkan.
“Kami sangat kecewa karena tidak diangkat menjadi pegawai. Yang diangkat hanya adik dan kakak mereka. Kami ini korban politik. Mereka yang diangkat itu kemarin kerjanya apa waktu pemilu,” ujar salah seorang warga yang merasa dirugikan.
Pernyataan tersebut diunggah melalui akun Facebook milik Basna Kiki Nauw dan kemudian beredar luas di media sosial. Dalam unggahan itu, warga menyampaikan kekecewaan terhadap Wakil Bupati yang dinilai tidak menepati janji saat masa kampanye.
Warga menilai bahwa saat masa pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, mereka dijanjikan akan diangkat menjadi pegawai negeri jika pasangan tersebut terpilih. Namun, setelah kepemimpinan berjalan beberapa tahun, janji tersebut dinilai tidak sesuai dengan harapan.
Belakangan ini, dinamika pemerintahan di Kabupaten Maybrat memang diwarnai sejumlah aksi protes. Sejak masa kepemimpinan Bupati Karel Murafer dan Wakil Bupati Ferinando Salosa, beberapa kali terjadi aksi pemalangan oleh kelompok masyarakat maupun aparatur sipil negara (ASN).
Sebelumnya, aksi kekecewaan juga muncul dari ASN terkait pelantikan pejabat eselon yang belum dilaksanakan. Hal tersebut memicu ketidakpuasan di kalangan birokrasi daerah.
Tak hanya itu, masyarakat dari wilayah Segior juga pernah melakukan pemalangan di rumah Bupati terkait jabatan Asisten. Jabatan tersebut bahkan sempat dikembalikan kepada Bupati di kediamannya di Yukase sebagai bentuk protes.
Kini, aksi pemalangan kembali terjadi, kali ini menyasar rumah Wakil Bupati akibat polemik pengangkatan pegawai honor daerah. Situasi ini menambah daftar panjang dinamika pemerintahan di daerah maybrat
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Maybrat maupun pejabat terkait mengenai aksi pemalangan dan tuntutan warga tersebut.
Penulis : Abdullah
Editor : Redaksi












