Diduga Negosiasi Tertutup dengan Bupati, Independensi OKP Lebak Dipersoalkan

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Kabupaten Lebak menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Pemerintah Kabupaten Lebak, Senin (2/3/2026). Aksi tersebut berlangsung dengan atensi tinggi dan diwarnai suasana panas hingga terjadi bentrokan antara massa demonstran dan aparat penegak hukum (APH).

Namun di balik riuhnya aksi, muncul dugaan adanya pertemuan tertutup antara sejumlah pimpinan OKP dengan Kepala Daerah Kabupaten Lebak. Pertemuan tersebut disebut berlangsung di kediaman Bupati Lebak pada Selasa (2/3/2026), dan dihadiri oleh Bupati bersama Kapolres Lebak.

Adapun pimpinan OKP yang hadir dalam pertemuan itu terdiri dari Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta Ketua Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA).

Sejumlah aktivis mahasiswa yang enggan disebutkan namanya menilai pertemuan tersebut sebagai langkah tambahan yang dilakukan secara senyap tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada massa aksi.

Mereka menilai tindakan diplomasi dan negosiasi tersebut berpotensi merusak citra serta marwah independensi organisasi kemahasiswaan yang selama ini dikenal sebagai agent of change dan agent of social control di tengah polemik aspirasi masyarakat.

“Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang seharusnya menjadi wadah harapan di tengah ketidakpastian persoalan-persoalan yang dirasakan oleh masyarakat kini berubah menjadi wadah negosiasi dengan para birokrat”, ujarnya.

Beberapa aktivis mahasiswa juga menuntut kepada pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda agar segera untuk melakukan klarifikasi atas tindakan yang merusak Marwah independensi organisasi tersebut.

“Mereka harus klarifikasi, Karena jelas itu udah ada kongkalikong, yang merusak citra dan Marwah independensi organisasi”, Pungkasnya.

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial
Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB