Puskesmas Jambe Perkuat Upaya Terpadu Cegah Campak, Ribuan Balita Telah Diimunisasi

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Tangerang – Puskesmas Jambe terus menggencarkan upaya pencegahan penyakit campak di wilayah kerjanya melalui berbagai langkah promotif, preventif, hingga kuratif. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam melindungi kesehatan masyarakat, khususnya balita.

Kepala Puskesmas Jambe, drg. Eko Hartati, menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan campak secara menyeluruh. Upaya tersebut meliputi promosi kesehatan kepada masyarakat, peningkatan kesadaran akan pentingnya imunisasi, serta pelayanan pengobatan bagi kasus yang ditemukan.

“Pencegahan campak tidak bisa dilakukan secara parsial. Kami mengedepankan pendekatan promotif melalui edukasi kepada masyarakat, preventif dengan imunisasi, serta kuratif bagi balita yang terindikasi sakit. Semua ini dilakukan secara terpadu agar penyebaran campak dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Eko saat diwawancara tim Diskominfo, Selasa (28/04/2026).

Ia juga menjelaskan, capaian imunisasi di wilayah Jambe menunjukkan hasil yang sangat baik. Terhitung sejak 30 Maret hingga 21 April, Puskesmas Jambe telah memberikan imunisasi lengkap kepada 2.406 balita atau mencapai 98 persen dari total sasaran yang ada.

“Alhamdulillah, dari total sasaran 2.406 balita, kami sudah berhasil memberikan imunisasi hampir secara menyeluruh. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin meningkat terhadap pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama bagi anak dari penyakit campak,” jelasnya.

Meski capaian imunisasi sudah tinggi, Eko tetap mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga kesehatan anak, salah satunya dengan rutin datang ke posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Jambe agar tidak lengah. Pastikan anak mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal, Untuk ori campak sasarannya adalah bayi balita usia 9-59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya Dan untuk imunisasi campak di berikan di usia 9 bulan untuk dosis 1, usia 18 bulan untuk dosis 2 (booster) dan usia 5-7 tahun untuk dosis 3 (booster) saat SD kelas 1,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama , dr. Restu Laila Fitri Zachriani salah satu dokter umum Puskesmas Jambe menegaskan beberapa langkah penting yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk mencegah anak terkena gejala campak. Menurutnya, pencegahan tidak hanya melalui imunisasi, tetapi juga melalui perilaku hidup bersih dan sehat.

“Orang tua perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk sementara waktu, terutama saat ada kasus campak di lingkungan sekitar. Selain itu, kurangi kontak dengan orang lain yang berpotensi menularkan penyakit, biasakan anak rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar, tidak sembarangan,” ungkap Rustulaila.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan gejala campak, sehingga dapat segera ditangani oleh tenaga medis.

“Jika ada gejala seperti demam, mata merah, pilek, batuk, atau diare, segera periksakan ke puskesmas. Pastinya kami akan melakukan anamnesis terlebih dahulu, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Setelah itu, pasien akan mendapatkan penanganan sesuai kondisi, termasuk pemberian vitamin A yang disesuaikan dengan usia anak,” jelasnya.

Puskesmas Jambe berharap, dengan sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, wilayah Jambe dapat terbebas dari kasus campak serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Lindungi Diri dari Asap TPA Jatiwaringin, Dinkes Minta Warga Pakai Masker dan Segera ke Faskes Jika Bergejala
Bermunajat Memohon Hujan, Kecamatan Sukadiri Gelar Sholat Istisqa Terkait Kondisi TPA Jatiwaringin
Soroti Arogansi Kekuasaan, BADKO HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu
Aktivis Sebut Birokrasi Papua Barat Daya Lumpuh Terencana, Desak Segera Tetapkan Sekda Definitif
Meski Anggaran Terbatas, Pemkab Sorong Tetap Prioritaskan Pembangunan Jalan di 30 Distrik
Raih Nugraha Sakanti, Polda Banten Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Publik
Polda Banten Kerahkan Personel Bantu Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin, 33 KK Dievakuasi
Bulog Lebak-Pandeglang Tuntaskan Penyaluran Banpang Februari-Maret Lebih Cepat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:07 WIB

Lindungi Diri dari Asap TPA Jatiwaringin, Dinkes Minta Warga Pakai Masker dan Segera ke Faskes Jika Bergejala

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:58 WIB

Bermunajat Memohon Hujan, Kecamatan Sukadiri Gelar Sholat Istisqa Terkait Kondisi TPA Jatiwaringin

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:06 WIB

Soroti Arogansi Kekuasaan, BADKO HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:58 WIB

Aktivis Sebut Birokrasi Papua Barat Daya Lumpuh Terencana, Desak Segera Tetapkan Sekda Definitif

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:48 WIB

Meski Anggaran Terbatas, Pemkab Sorong Tetap Prioritaskan Pembangunan Jalan di 30 Distrik

Berita Terbaru

Keterangan foto : Ucok Sky Kadafi, Kamis (10/10/2024)

Hukum dan Kriminal

Hanya Usut Satu Tahun, CBA Desak KPK Bongkar Sejarah 25 Tahun Blueray Cargo

Jumat, 3 Jul 2026 - 22:24 WIB

Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh

Hukum dan Kriminal

Komisi XIII DPR Desak Audit Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas

Jumat, 3 Jul 2026 - 21:31 WIB