Terasmedia.co Serang – Pengurus Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Provinsi Banten mengaku kaget sekaligus kecewa setelah mengetahui cabang olahraga kempo tidak diusulkan masuk dalam daftar pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten yang akan digelar di Tangerang tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PERKEMI Banten, A. Iskandar, kepada awak media di KP3B, Kamis (30/04/2026).
Menurut Iskandar, kempo merupakan cabang olahraga bela diri yang telah lama berkembang di Indonesia sejak tahun 1966 dan secara konsisten selalu dipertandingkan dalam berbagai ajang, baik tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Banten.
“Selama ini, kempo Banten juga mencatatkan berbagai prestasi. Di antaranya meraih juara umum kedua tingkat nasional dalam IMAG 2025 di Pondok Gede, serta juara umum ketiga pada POPNAS 2024 di Palembang,” ujar Iskandar.
Ia menilai sangat disayangkan apabila cabor kempo yang telah eksis selama puluhan tahun dan memiliki rekam jejak prestasi justru tidak diikutsertakan dalam Porprov VII Banten.
Lebih lanjut, Iskandar menyebut Porprov merupakan barometer penting dalam meningkatkan motivasi dan pembinaan atlet di daerah. Menurutnya, para atlet kempo Banten yang telah berprestasi di ajang IMAG dan POPNAS berpotensi besar menyumbangkan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 maupun 2032, terutama jika Banten menjadi tuan rumah bersama Lampung.
“Atlet-atlet kami memiliki potensi besar untuk berkontribusi di tingkat nasional. Karena itu, Porprov menjadi ajang penting untuk menjaga kesinambungan prestasi,” tambahnya.
Atas kondisi tersebut, PERKEMI Banten berencana mengajukan audiensi dengan KONI Provinsi Banten agar cabang olahraga kempo dapat diusulkan kembali dan dimasukkan sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan dalam Porprov VII Banten di Tangerang Selatan.
Penulis : Gun
Editor : Redaksi












