Terasmedia.co Lebak – Upaya membangun ketahanan pangan nasional yang menjadi program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus digulirkan hingga ke tingkat kelompok tani di wilayah pedesaan Banten. Salah satu momentum penyampaiannya berlangsung di Villa Gunernur Banten, Kampung Kanaga Jati, Desa/Kecamatan Warunggung, Kabupaten Lebak, saat Plt. Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Provinsi Banten Saiful Bahri melakukan sosialisasi sekaligus penyuluhan pertanian kepada kelompok Multitani 1, 2 dan 3. Sebagai jajaran pemimpin di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni, Saiful Bahri menyampaikan pesan‑pesan strategis arah kebijakan pusat dan daerah untuk memperkuat kemandirian para petani setempat, termasuk peluang mengembangkan usaha budidaya ayam petelur.
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan petani anggota ketiga kelompok tani, yang datang dengan harapan mendapatkan pemahaman lebih jelas tentang program‑program pemerintah yang dapat membantu meningkatkan hasil panen, akses sarana produksi, hingga pasar hasil tani. Saiful Bahri membuka penyuluhan dengan menjelaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan para petani sebagai pelaku utama di lapangan.
“Program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto bertujuan agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan luar negeri. Kita ingin pangan utama kita dihasilkan oleh petani‑petani di tanah air sendiri, termasuk petani di wilayah Lebak,” ujar Saiful Bahri di hadapan para peserta, Senin (12/10/2026)
Ia menambahkan bahwa hal ini menjadi bagian penting untuk melindungi stabilitas harga pangan dan kesejahteraan keluarga petani. Dalam sesi penyuluhan pertanian, Saiful Bahri bersama tim Dinas Pertanian Provinsi Banten menyampaikan materi tentang teknik budidaya yang baik, pengelolaan lahan, pemupukan tepat sasaran, pengendalian hama ramah lingkungan, serta pentingnya menjaga kesuburan tanah jangka panjang.
Selain komoditas tanaman pangan, tim juga menjelaskan program pengembangan budidaya ayam petelur yang mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten.
Bantuan yang ditawarkan meliputi bibit ayam petelur unggul, pelatihan teknis pembuatan kandang, pakan bersubsidi, hingga pendampingan pengendalian penyakit unggas. Program ini diharapkan menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memperkuat ketersediaan telur sebagai sumber protein murah di wilayah pedesaan. Para petani juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung tentang kendala‑kendala yang mereka hadapi, mulai dari akses benih unggul, irigasi, hingga masalah pemasaran hasil panen dan produk peternakan.
Beberapa petani menyampaikan keluhan tentang fluktuasi harga hasil panen dan telur yang kadang‑kadang merugikan petani, serta keterbatasan sarana pendukung di lahan dan kandang mereka. Saiful Bahri mencatat setiap masukan tersebut untuk menjadi bahan laporan dan tindak lanjut ke jajaran Dinas Pertanian dan Pemerintah Provinsi Banten.
Lebih jauh, Saiful Bahri menekankan bahwa tujuan utama dari rangkaian penyuluhan ini adalah membangun kemandirian petani. Kemandirian di sini berarti para petani mampu mengelola lahan dengan pengetahuan yang memadai, dapat memilih komoditas yang sesuai potensi wilayah, membangun kerja sama di antara kelompok tani, dan mampu menyiapkan diri menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu.
“Kemandirian petani tidak muncul secara instan. Perlu proses belajar bersama, saling berbagi pengalaman, dan dukungan program yang tepat,” katanya.
Dia mengajak kelompok Multitani 1, 2 dan 3 untuk semakin memperkuat kerja sama internal, membuat rencana tanam bersama, menjajaki peluang membangun pusat penyimpanan hasil panen skala kelompok, serta membentuk kelompok peternak bersama untuk mengelola budidaya ayam petelur secara terpadu. Dengan demikian, para petani tidak mudah terpengaruh oleh tekanan harga yang merugikan di musim panen raya maupun masa produksi telur tinggi.
Saiful Bahri juga menyampaikan dukungan kebijakan dari Gubernur Banten Andra Soni yang terus mendorong program‑program pertanian dan peternakan rakyat di seluruh wilayah provinsi. Menurutnya, Pemprov Banten berkomitmen untuk menjadi jembatan antara program nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan kebutuhan riil para petani di berbagai kabupaten, termasuk Lebak.
Ia berharap kelompok Multitani di Warunggung dapat menjadi contoh kelompok tani yang aktif, berpengetahuan, dan mampu menunjukkan bahwa masyarakat pedesaan dapat menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional, baik dari sektor tanaman maupun peternakan ayam petelur.
“Ketika petani‑petani di daerah seperti ini makin mandiri dan makin sejahtera, maka ketahanan pangan Indonesia akan semakin kuat,” tegas Saiful Bahri menutup penyuluhan.
Di akhir kegiatan, para petani tampak antusias dan berharap ada kelanjutan program serta pendampingan teknis secara rutin di lingkungan mereka, termasuk pelatihan dan penyaluran bantuan ayam petelur.











