dr Hendra Tarmizi Paparkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Tangerang, Berikut Penjelasannya

Teras Media

- Penulis

Selasa, 16 Mei 2023 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: dr Hendra Tarmizi saat memaparkan Analisis Situasi Stunting di Kabupaten Tangerang.

i

Keterangan Foto: dr Hendra Tarmizi saat memaparkan Analisis Situasi Stunting di Kabupaten Tangerang.

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co,TANGERANG | Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen melakukan upaya penurunan stunting yang terjadi saat ini. Berbagai upaya dilakukan melalui terobosan-terobosan program yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Keseriusan hal tersebut terlihat saat Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan Analisa Situasi Stunting yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Tangerang pada Senin, (15/5/23).

Pada kesempatan tersebut, Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang dr.Hendra Tarmizi, MARS menjelaskan, sesuai amanat Peraturan Presiden no 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Saat ini Pemerintah Kabupaten Tangerang terus gencarkan melakukan upaya penurunan stunting melalui terobosan program-program yang ada, sementara pada tahun 2024 mentargetkan penurunan angka stunting 14%.

Menurutnya, melalui gerakan-gerakan yang integrasi dengan berbagai pihak terkait dalam melakukan peningkatan pelaksanaan intervensi gizi guna percepatan penurunan stunting. Maka saat ini angka stunting di Kabupaten Tangerang terus alami penurunan.

“Dalam hal ini TPPS terus menggenjot cakupan pelayanan dalam penurunan stunting. Baik cakupan layanan essensial maupun cakupan layanan supply,”ungkap dr Hendra Tarmizi saat dikonfirmasi Terasmedia.co pada Selasa (16/5/2023).

Hendra mengatakan dari data hasil bulan penimbangan balita pada bulan Agustus 2022 dan februari 2023, terdapat penurunan jumlah dan prevalensi balita stunting dari 9.016 (3,66%) menjadi 6.819 balita (3,01%).

“Angka stunting terus alami penurunan dari jumlah 8 ribu sebelumnya saat ini sudah mencapai 6 ribu artinya sudah mencapai 2,7%,”pungkasnya.

Sementara itu, Hendra juga menjelaskan keluarga resiko stunting ialah dimana keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor resiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja putri/calon pengantin/ibu hamil/anak usia 0-23 bulan /anak usia 24-59 bulan berasal dari keluarga miskin, Pendidikan orang tua rendah, sanitasi lingkungan buruk,dan air minum tidak layak.

Sedangkan dari pendataan keluarga 2021 (PK-21) jumlah keluarga resiko stunting (KRS) sebanyak 354.731 keluarga, dan hasil pemutakhiran data tahun 2022 jumlah KRS tiap Kecamatan menurun dengan rata-rata penurunan 61,10% menjadi sebanyak 138.002 Keluarga.

“Hanya pada Kecamatan Mekar Baru terdapat kenaikan KRS sebesar 17.13% dibanding tahun sebelumnya,”tutur Hendra.

Lanjut Hendra mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus komitmen menjalankan amanat Perpres nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan baik. Ini semua berkat stakeholder bersama TPPS Kabupaten Tangerang dapat bergerak cepat dan berkolaborasi dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Tangerang.

“Dengan Pemetaan dan Analisis situasi ini diharapkan kita bisa terus bergerak tepat untuk menurunkan stunting di Kabupaten Tangerang,”harap dr Hendra.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai
Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung
Skandal Intervensi Tambang Nikel, Kejagung Tahan HS di Salemba
Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian
Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara
Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle
BCW Tegaskan: Kematian Dua Anak di Proyek KSCS Lebak Adalah Kelalaian Pidana
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:19 WIB

Dualisme Aturan dan Agen Ilegal, Masalah Pelaut Indonesia Belum Usai

Kamis, 16 April 2026 - 19:06 WIB

Rekor Gila! Baru 6 Hari Dilantik Prabowo, Ketua Ombudsman Langsung Digiring Kejagung

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian

Kamis, 16 April 2026 - 01:37 WIB

Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB