Di HUT Ke-35, LPDS Terbitkan Buku Kisah Perjalanan Adinegoro

Teras Media

- Penulis

Selasa, 25 Juli 2023 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Di HUT Ke-35, LPDS Terbitkan Buku Kisah Perjalanan Adinegoro

TerasMedia.co, JAKARTA|Memperingati HUT-nya ke 35, Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) yang berdiri pada 23 Juli 1988, meluncurkan Buku Adinegoro: “Melawat ke Talawi, Tapak Langkah Wartawan Adinegoro” di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (25/7).

Sejumlah tokoh pers, seperti Atmakusumah, Ishadi SK, Parni Hadi dan Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu hadir memeriahkan acara peluncuran buku tokoh pers multitalenta ini. Tampil sebagai pembicara dalam diskusi adalah salah seorang putra Adinegoro, Adiwarsita Adinegoro, Priyambodo RH, Wartawan Utama LKBN Antara, dan Lestantya R. Baskoro, penulis dan editor buku. Diskusi ini dimoderatori Monalisa, Kepala Redaksi Antara TV.

Dalam pengantarnya, Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi menyampaikan bahwa LPDS menerbitkan buku Adinegoro untuk mengenang tokoh pers kelahiran Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat.

“Ketika pers menghadapi tantangan disrupsi digital dan ketidakpastian global akibat dominasi platform digital, maka penting bagi kita untuk menengok sejarah pejuang jurnalistik Indonesia, Adinegoro,” ujar Kristanto.

Adinegoro semasa muda pernah menempuh pendidikan di Sekolah Pendidikan Dokter Hindia Belanda (STOVIA) atau Sekolah Dokter Jawa di Jakarta pada 1918-1925. Kendati demikian, pikirannya justru lebih terpatri pada dunia jurnalistik. Ia lalu memperdalam bidang pendidikan jurnalistik, geografi, kartografi, dan geopolitik di Jerman dan Belanda (1925-1930).

Bukan itu saja, ia membuat serangkaian liputan bergenre perjalanan (travel writing), berita beranalisis (news analyst), dan diplomasi melalui peliputan pers. Banyak pula karya jurnalistik pria bergelar Datuak Maradjo Sutan ini dipublikasikan Pewarta Deli di Medan, Bintang Timur, dan Pandji Poestaka. Sekembali dari Eropa, ia memimpin Pandji Poestaka (1931) selama enam bulan, kemudian memimpin Pewarta Deli (1932-1942), dan mengepalai Mimbar Indonesia (1948-1950).

Dan Ia sempat mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Bukittinggi, Sumatra Barat pada awal kemerdekaan RI. Juga memimpin Yayasan Pers Biro Indonesia yang dikenal sebagai Kantor Berita PIA (1951) yang kemudian dilebur menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional Antara oleh Presiden Soekarno pada 1962.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sidang Nadiem Kembali Tertunda, JPU Bantah Kondisi Sakit dan Soroti Penggunaan Perban
Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan
Semangat Siliwangi: Alat Berat dan Personel Turun Tangan di Pandeglang
Prof Yusril Sebut Bukan Ranah Pidana, Kasus PT KSM Akhirnya Dihentikan
Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Infrastruktur di Pandeglang Mulus
Anton Suratto: Kehadiran SBY Adalah Inspirasi Abadi
MataHukum: Penghargaan Bupati Tangerang Berdiri di Atas Pelanggaran Perpres
GEBERBUMN: Jangan Banggakan Angka Pengangguran, Lihat Realitanya
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:35 WIB

Sidang Nadiem Kembali Tertunda, JPU Bantah Kondisi Sakit dan Soroti Penggunaan Perban

Senin, 4 Mei 2026 - 21:19 WIB

Beredar Rekaman Pungli di Parung, Pengamat: Polisi Tak Perlu Tunggu Laporan

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:58 WIB

Semangat Siliwangi: Alat Berat dan Personel Turun Tangan di Pandeglang

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:21 WIB

Prof Yusril Sebut Bukan Ranah Pidana, Kasus PT KSM Akhirnya Dihentikan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:30 WIB

Sinergi TNI dan Rakyat, Pembangunan Infrastruktur di Pandeglang Mulus

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB