Havid Permana: Fokus Persatuan Hadapi Krisis, Bukan Mengungkit Jasa

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Mantan wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Minggu (19/4/2026)

i

Keterangan foto : Mantan wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Minggu (19/4/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mengaku berperan besar hingga Joko Widodo berhasil menjadi Presiden, menuai reaksi keras dari kalangan relawan. Pernyataan tersebut dinilai tidak etis, arogan, dan tidak menghargai proses demokrasi serta ketetapan Tuhan.

Ketua Umum Kornas Jokowi, Havid Permana, menegaskan bahwa kemenangan dan kepemimpinan Jokowi bukanlah hasil jasa satu orang semata, melainkan perpaduan antara kedaulatan rakyat dan kehendak Yang Maha Kuasa.

“Menjadi Presiden adalah kehendak Allah SWT dan mandat langsung dari rakyat Indonesia melalui proses demokrasi. Tidak ada satu individu pun yang boleh merasa paling berkuasa atau paling berjasa atas takdir-Nya,” ujar Havid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (19/04/2026).

Jangan Mengungkit, Fokus pada Persatuan

Havid juga menyayangkan momentum pernyataan tersebut. Di tengah situasi ekonomi dan politik global yang sedang tidak menentu, ucapan yang bersifat mengungkit jasa pribadi justru berpotensi memperkeruh suasana dan memecah belah.

Ia mengingatkan para tokoh bangsa, termasuk JK, untuk lebih bijak menyikapi situasi saat ini.

“Kita saat ini sedang berada dalam masa keprihatinan global. Yang kita butuhkan adalah persatuan untuk selamat dari krisis, bukan pernyataan yang memicu polemik tidak produktif,” tegasnya.

Pesan Moral: Energi Dihabiskan untuk Kebajikan

Lebih jauh, Havid mengajak semua pihak, terutama tokoh senior, untuk kembali pada nilai-nilai kerendahan hati. Ia berharap sisa pengabdian diisi dengan hal-hal positif yang bermanfaat bagi rakyat, bukan justru memunculkan kontroversi.

“Toh, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada Sang Pencipta. Alangkah baiknya jika energi yang ada digunakan untuk memperbanyak amal saleh dan menjaga lisan agar tetap membawa kedamaian bagi rakyat Indonesia,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan
Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029
Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan
Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:01 WIB

Rakyat Susah, Fasilitas Pejabat Mewah: Golf dan Rumah Miliaran Komisioner OJK Dipersoalkan

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked

Rabu, 9 September 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB