Diduga Ada Ketidakwajaran, CBA: Sertifikat dan Trofi di MPR Jadi Lahan Duit

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPR RI/MPR RI Yang bertempat di Jalan Gatot Subroto Jakarta, Sabtu(18/3/2023)

i

Gedung DPR RI/MPR RI Yang bertempat di Jalan Gatot Subroto Jakarta, Sabtu(18/3/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Center For Budget Analisis (CBA) menyoroti besarnya anggaran kegiatan seremonial di lingkungan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), mulai dari proyek Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar hingga pengadaan piala juara dan pencetakan sertifikat pada tahun anggaran 2026.

Koordinator CBA, Jajang Nurjaman, menilai terdapat ketimpangan antara besarnya anggaran program dengan nominal uang pembinaan yang diterima para pemenang lomba.

Menurutnya, juara LCC tingkat provinsi hanya memperoleh uang pembinaan sekitar Rp10 juta untuk juara pertama, Rp7,5 juta juara kedua, dan Rp5 juta juara ketiga. Sementara total anggaran proyek LCC 4 Pilar MPR tahun 2026 disebut mencapai sekitar Rp30,7 miliar.

“Miris melihat kondisi ini. Anggaran proyek LCC 4 Pilar sangat besar, tetapi uang pembinaan untuk para pemenang justru relatif kecil,” kata Jajang Nurjaman kepada wartawan, Minggu (24/5/2026).

Selain proyek LCC, CBA juga menyoroti anggaran pengadaan piala juara dan pencetakan sertifikat di lingkungan MPR yang dinilai mengalami kenaikan.

Jajang menyebut harga satuan pembuatan trofi juara pada tahun 2025 sebesar Rp5 juta per buah, namun naik menjadi Rp5,7 juta per buah pada tahun 2026.

“Kenaikan harga trofi juara MPR ini mahal dan tinggi. Dalam setahun saja nilainya naik Rp700 ribu per buah. Entah piala ini terbuat dari bahan apa, campuran emas murni atau ada ukiran khusus nama pejabat,” sindirnya.

Ia menambahkan, kenaikan tersebut dinilai tidak sebanding dengan kondisi ekonomi masyarakat secara umum.

Tak hanya itu, CBA juga menyoroti anggaran pencetakan sertifikat yang menurutnya memiliki variasi harga cukup mencolok.

Menurut Jajang, pada Mei 2026 dialokasikan anggaran sekitar Rp120 juta untuk pencetakan sertifikat. Sementara pada tahun 2025, total anggaran sertifikasi disebut mencapai Rp3,9 miliar.

“Yang paling aneh adalah harga satuan pencetakan sertifikat berbeda-beda. Ada yang murah, ada juga yang mahal,” ujarnya.

Ia memaparkan, pada tahun 2026 terdapat harga pencetakan sertifikat sebesar Rp4.750 per lembar, Rp10 ribu per lembar, Rp11.548 per lembar, hingga Rp14.250 per lembar.

Sedangkan pada tahun 2025, harga satuan sertifikat disebut berkisar Rp5 ribu per lembar, Rp10 ribu per lembar, hingga Rp15 ribu per lembar.

Jajang menyindir adanya dugaan ketidakwajaran dalam penentuan harga tersebut. Namun ia mengaku pesimistis aparat penegak hukum akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Tidak usah dicurigai atau menyebut ini lahan korupsi. Karena aparat hukum seperti Kejaksaan Agung atau KPK pasti takut berhadapan dengan orang-orang MPR,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak MPR RI terkait kritik dan sorotan yang disampaikan CBA tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dugaan Subkontrak Sepihak dan Progres Lambat, Proyek Preservasi Jalan Banten Selatan Jadi Sorotan
Kasus Gas Portable Gabriel Lumbantoruan: Tanpa Bukti Sah, Buruh Pabrik Dituntut 1 Tahun Penjara
LSM WGAB Minta Aparat Cek Dugaan Aktivitas Tambang Emas di Amberbaken
Dr. Zentoni Kembali Menjabat Direktur Eksekutif LBH Bogor Periode 2026
Buruh Pabrik Gabriel Lumbantoruan Diduga Dikriminalisasi Kasus Gas Portable Ratusan Ribu Rupiah, LBH PERADI Minta Perlindungan KY
Agus Pertanyakan Keteladanan Gibran, Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah dan Serukan Wapres Mundur
Awas Penyimpangan, Proyek Rp4,68 Miliar di Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung Disorot
Penambang Legal Ditertibkan, Penambang Ilegal Diduga Bermunculan di Nabire Dipertanyakan
Berita ini 70 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Dugaan Subkontrak Sepihak dan Progres Lambat, Proyek Preservasi Jalan Banten Selatan Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:04 WIB

LSM WGAB Minta Aparat Cek Dugaan Aktivitas Tambang Emas di Amberbaken

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Dr. Zentoni Kembali Menjabat Direktur Eksekutif LBH Bogor Periode 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Buruh Pabrik Gabriel Lumbantoruan Diduga Dikriminalisasi Kasus Gas Portable Ratusan Ribu Rupiah, LBH PERADI Minta Perlindungan KY

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Agus Pertanyakan Keteladanan Gibran, Desak DPR Sikapi Polemik Ijazah dan Serukan Wapres Mundur

Berita Terbaru