Kerjasama PJMI – FKIP UIA – DDII Jakarta Selenggarakan Bedah Buku Genocyda Uyghur

Avatar photo

- Penulis

Senin, 11 Maret 2024 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI), bekerjasama dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam AS Syafi’iyah (FKIP UIA) dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jakarta akan menyelenggarakan bedah buku “Kolonisasi China terhadap Dunia Islam dan Genosida Uyghur”.

Kegiatan akan berlangsung di Kampus 1 UIA Jatiwaringin-Pondok Gede, Sabtu 16 Maret 2024, dibarengi dengan buka puasa bersama. Ketua Umum PJMI H. Ismail Lutan mengatakan, bedah buku merupakan salah program organisasi sebagai wujud kepedulian terhadap perjuangan umat Muslim di belahan dunia lain.

“Buku ini menarik untuk dikritisi. Makanya kami membedah untuk mengetahui lebih dalam mengenai eksistensi dan problem Muslim Uyghur,” tutur Ismail Lutan.

Dijelaskan, isu Muslim Uyghur selalu mendapat perhatian dunia internasional. Karena tidak saja menyangkut eksistensi Muslim di sana tetapi juga umat Islam secara keseluruhan.

“Buku “Kolonisasi China terhadap Dunia Islam dan Genosida Uyghur” karya Abdulhakim Idris ini merupakan sebuah karya tulis yang penting untuk dipelajari dan dibahas lebih lanjut. Isu kolonisasi dan genosida yang dialami oleh Uyghur di Xinjiang, China, merupakan masalah kemanusiaan yang mendesak untuk diperhatikan oleh masyarakat internasional,” tambah Ismail Lutan.

Sementara Dekan FKIP UIA DR. Misbah Fikrianto, MM, M.Si., sangat mengapresiasi bedah buku yang dilakukan oleh PJMI. Makanya, pihaknya, dengan senang hati bekerjasama.

“Program PJMI ini sangat bagus. Maka kami senang bekerjasama dengan mereka. Saya yakin bedah buku ini akan menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang Muslim Uyghur. Saya pun mengajak umat Muslim untuk mengikutinya,” tutur DR. Misbah.

Bedah buku yang dilanjutkan dengan buka bersama itu akan menampil pembicara Abdulhakim Idris. Abdulhakim Idris adalah penulis bukunya yang merupakan orang Uygur asli. Kemudian penerjemah buku Imam Sopyan. Yang ketiga wartawan senior, Sekjen Islamic Center Bekasi yang pernah mengunjungi Uyghur, Amin Idris. Peserta diskusi adlah wartawan, akademisi dan masyarakat umum.(RH)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Senin, 28 September 2026 - 03:50 WIB

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB