Ikawiga Gelar Peduli 1000 Yatim dan Dhuafa

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 7 April 2024 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kegiatan buka puasa dan santunan berlangsung di Grand Mercure Mirama, Jalan Raden Panji, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/4).

i

Keterangan foto : Kegiatan buka puasa dan santunan berlangsung di Grand Mercure Mirama, Jalan Raden Panji, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/4).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co MALANG – Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa untuk mencari keberkahan melalui berbagi kebahagiaan dengan sesama. Hal tersebut yang tengah dilakukan secara istiqomah tiap tahun oleh Ikatan Alumni Widyagama Malang (Ikawiga).

Pekan keempat Ramadhan ini, Ikawiga bersama BRI Peduli didukung Grand Mercure Mirama Malang gelar buka puasa bersama dan santunan 1000 yatim-piatu, kaum dhuafa, dan pekerja sosial. Kegiatan buka puasa dan santunan berlangsung di Grand Mercure Mirama, Jalan Raden Panji, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (6/4).

Ketua Ikawiga, Muhammad Supriyadi, turut hadir dalam kegiatan ini sekaligus menyapa 1000 anak yatim, kalangan dhuafa, dan pekerja sosial. Supriyadi juga memberikan santunan berupa bingkisan hari raya dan uang secara simbolis yang di wakili 1 anak yatim piatu setiap panti asuhan dari 20 jumlah Panti Asuhan se Malang Raya yang hadir. Menurutnya, kegiatan buka bersama dan santunan memang menjadi rutinitas tahunan Ikawiga.

“Bersyukur kepada Allah, pada Ramadhan 1445 H ini, kami keluarga Ikawiga bersama BRI Peduli kembali gelar buka bersama dalam rangka silaturahmi dan santunan bersama adik-adik yatim-piatu, dhuafa, dan pekerja sosial. Santunan dan bingkisan kepada mereka tak lain sebagai bentuk kepedulian Ikawiga,” terang Supriyadi.

“Tentu, di Bulan Suci Ramadhan ini, Ikawiga terus berupaya terlibat langsung dalam membantu mengurangi beban masyarakat. Ikawiga berkomitmen mendampingi dan menyantuni dalam bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat, utamanya di Malang Raya,” lanjut dia dalam sambutannya.

Bagi Supriyadi, puasa adalah ibadah yang memiliki relasi vertikal dan horizontal. Dalam kaidah Islam, kata dia, dikenal istilah hablun minallah wa hablun minannas. Puasa satu sisi menjadi ibadah untuk memupuk ketaatan kepada Tuhan, tapi di sisi yang sama, puasa juga memiliki prinsip egaliter dalam masyarakat.

“Puasa memiliki nilai moral dan tanggungjawab sosial. Zakat, infak, dan sedekah, misalnya, memiliki hikmah memberantas egoisme, kekikiran, dan mengentaskan kemiskinan. Karena itu, agenda buka bersama dan santunan Ikawiga ini tak jauh dari prinsip tersebut,” kata Supriyadi.

“Puasa Ramadhan, bagi kami, juga menjadi penanda atas kepekaan sosial untuk membantu masyarakat sekeliling. Problem sosial dalam masyarakat menjadi perhatian serius Ikawiga, utamanya dalam hal menunjang angka kesejahteraan mereka. Puasa ini menjadi momentumnya,” terusnya.

Dijelaskan Supriyadi, puasa Ramadhan harusnya menjadi tobat sosial atas banyak hal selama ini yang tak memihak wong cilik. Kasus seperti diskriminasi, perampasan hak, adu domba, dan sebagainya, harus menjadi koreksi bersama. Bagaimanapun, lanjutnya, puasa tidak sekadar menjadi ibadah ritual tahunan, tetapi juga ibadah sosial.

“Kami berharap, Ikawiga terus konsisten berkomitmen untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, utamanya dalam bidang sosial dan kesejahteraan. Semoga ikhtiar ini menjadi ibadah untuk mendapatkan keberkahan dan menebar kebahagian untuk sesama,” tutup Supriyadi.

Sementara itu, di tempat yang bersamaan Funding dan Transaction Manager BRI BO Malang Sinta Carolin mengapresiasi acara santunan yang digelar IKAGIWA. Menurut Sinta, acara ini sangat bagus, menunjukan komitmen dan kepedulian dari BRI dan IKAGIWA untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial di masyarakat.

“BRI mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh IKAGIiWA, Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat dan dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan buka bersama dan santunan berlangsung meriah dan penuh keriangan. Sebelum pemberian santunan dilakukan, 1000 yatim-piatu, kalangan dhuafa, dan pekerja sosial kompak puasa bersama.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN
Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata
Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak
Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK
Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk
Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN

Sabtu, 19 September 2026 - 16:53 WIB

Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak

Berita Terbaru