KH Asep Saifuddin Chalim Dinilai Mampu Jaga Marwah NU ke Depan

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Dok. PBNU

i

Foto/Dok. PBNU

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Dr. Aris Adi Leksono, M.Pd, menyampaikan dukungan moral dan keulamaan kepada Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim untuk diamanahi sebagai Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke depan, Rabu (7/1/2026).

Dukungan tersebut disampaikan sebagai bagian dari ikhtiar jam‘iyyah dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan keulamaan NU yang berintegritas, mandiri, dan berakar kuat pada tradisi pesantren.

Dr. Aris menegaskan bahwa KH. Asep Saifuddin Chalim merupakan dzurriyah pendiri Nahdlatul Ulama, yakni putra dari KH. Abdul Chalim Leuwimunding, Majalengka. Posisi historis tersebut dinilai melahirkan sense of belonging yang mendalam terhadap NU, sehingga menjadi modal moral penting dalam menjaga marwah, nilai, dan khidmah jam‘iyyah.

“Sebagai dzurriyah pendiri NU, Kiai Asep memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat dengan jam‘iyyah. Ini bukan sekadar nasab, tetapi tanggung jawab moral yang melahirkan integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam mengabdi kepada NU,” ujar Dr. Aris Adi Leksono.

Selain itu, KH. Asep merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Jawa Timur, pesantren dengan puluhan ribu santri serta jaringan alumni yang tersebar di berbagai negara. Menurut Pergunu, pesantren merupakan basis kultural NU, sehingga keberhasilan KH. Asep dalam mengelola pesantren modern yang tetap berakar pada tradisi keilmuan Islam menjadi kekuatan strategis bagi NU ke depan.

“Pesantren adalah jantung NU. Pengalaman Kiai Asep dalam mengasuh dan membesarkan pesantren dengan jejaring global menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan tantangan NU di masa depan, tanpa meninggalkan khittah dan tradisi,” lanjutnya.

Dari sisi kemandirian ekonomi, KH. Asep dikenal sebagai ulama dengan kapasitas ekonomi yang kuat dan sikap dermawan. Pergunu menilai kemandirian tersebut penting agar kepemimpinan keulamaan NU tetap objektif, tidak mudah terpengaruh kepentingan pragmatis, serta fokus pada kemaslahatan umat dan pendidikan.

“Kemandirian ekonomi Kiai Asep memberi jaminan etik bahwa kepemimpinan keulamaan dapat dijalankan secara independen, penuh tanggung jawab, dan berpihak pada kemaslahatan jam‘iyyah,” tegas Dr. Aris.

Pergunu juga mencatat kiprah kebangsaan KH. Asep yang mendapatkan pengakuan negara melalui penganugerahan Bintang Mahaputera Narayana atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan dan pesantren.

Di bidang akademik, KH. Asep merupakan tokoh pesantren yang meraih gelar guru besar, yang dikukuhkan di UIN Sunan Ampel Surabaya, serta tetap memiliki kedekatan dengan para kiai khos dan kiai kampung di berbagai lapisan NU.

“Perpaduan antara tradisi pesantren, kapasitas akademik, dan wawasan kebangsaan menjadikan Kiai Asep figur pemersatu yang dibutuhkan NU hari ini dan ke depan,” kata Dr. Aris.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Pergunu memandang Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim sebagai salah satu figur yang memiliki kapasitas keulamaan, keteladanan, dan pengalaman untuk menjaga marwah Rais ‘Aam PBNU serta memperkuat peran strategis Nahdlatul Ulama dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan kebangsaan.

Pergunu menegaskan bahwa dukungan ini disampaikan dalam semangat musyawarah, keikhlasan, dan khidmah jam‘iyyah, serta tetap menghormati mekanisme dan tradisi organisasi Nahdlatul Ulama.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN
Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata
Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak
Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK
Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk
Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN

Sabtu, 19 September 2026 - 16:53 WIB

Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak

Berita Terbaru

Daerah

Jalan Ciinjuk Rusak Dikepung Genangan Air Saat Hujan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:13 WIB