Anton Suratto Ingatkan: Perang Siber Bisa Jadi Awal Konflik Modern, Perlu Diperkuat Secara Nasional

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026)

i

Keterangan foto : Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Suratto mengemukakan pandangan krusial terkait keamanan siber dalam dinamika global saat ini. Dalam pernyataannya yang juga diunggah melalui akun Instagram pribadinya, ia menyatakan bahwa konflik modern tidak lagi selalu diawali dengan pengerahan pasukan konvensional.

“Ancaman bisa muncul melalui sabotase sistem informasi, intrusi data strategis, hingga perang siber yang tak kasat mata,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Anton Suratto saat Rapat Koordinasi Nasional Keamanan Siber dan Sandi 2026 di BSSN, Rabu (25/2/2026)

Anton Suratto menambahkan bahwa integrasi keamanan siber ke dalam strategi nasional akan membantu Indonesia menghadapi risiko yang terus berkembang dan menjaga kedaulatan serta stabilitas negara di era digital.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Oleh karena itu, keamanan siber harus ditempatkan sebagai bagian integral dari strategi pertahanan dan keamanan nasional Indonesia,” ujar politisi Demokrat tersebut.

Pernyataan Anton Suratto juga mendapatkan dukungan sinergis dari Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam acara terkait ekonomi digital, AHY menekankan bahwa kejahatan siber merupakan ancaman militer dan non-militer yang bisa dilakukan oleh aktor negara maupun non-negara.

AHY menyoroti perlunya perbaikan tata kelola, penguatan infrastruktur digital, serta peningkatan literasi digital masyarakat untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Kita harus waspada dan siapkan mitigasi efektif, sambil memastikan inklusivitas dalam perkembangan ekonomi digital,” tegas AHY.

Di tengah lanskap global yang semakin kompleks, seperti yang terlihat dari berbagai kasus serangan siber di kawasan konflik dan ancaman terhadap infrastruktur kritis dunia, pandangan kedua tokoh ini menjadi panggilan penting untuk memperkuat pertahanan digital bangsa.

Penulis : Jum

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kecaman Anton Suratto Terhadap Pengesahan Hukuman Mati Israel untuk Warga Palestina
Kejati Sulteng Tandatangani Pakta Integritas, Targetkan Pemerintahan Bersih
Gong Salaka! Dirgahayu Pandeglang ke 152, Pesan Semangat dari Anggota DPR RI Arif Rahman
Sidang Rangkong Julang Emas Diuji: Saksi Kunci Hilang, Rantai Perdagangan Belum Terungkap Tuntas
GMPK DKI: Kebijakan Tahan Harga BBM Pemerintah Tepat di Tengah Lonjakan Minyak Global
Ingin Tetap Kerja, Ratusan Pekerja PT Dua Kuda Gelar Aksi Damai di PN Jakarta Pusat
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kapolda Banten Terima Penghargaan dari Gubernur
Dave Laksono Desak Evaluasi Penugasan TNI di Lebanon, Dua Prajurit Gugur Jadi Sorotan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 02:14 WIB

Kecaman Anton Suratto Terhadap Pengesahan Hukuman Mati Israel untuk Warga Palestina

Jumat, 3 April 2026 - 00:16 WIB

Kejati Sulteng Tandatangani Pakta Integritas, Targetkan Pemerintahan Bersih

Kamis, 2 April 2026 - 23:49 WIB

Gong Salaka! Dirgahayu Pandeglang ke 152, Pesan Semangat dari Anggota DPR RI Arif Rahman

Kamis, 2 April 2026 - 13:51 WIB

Sidang Rangkong Julang Emas Diuji: Saksi Kunci Hilang, Rantai Perdagangan Belum Terungkap Tuntas

Kamis, 2 April 2026 - 11:12 WIB

GMPK DKI: Kebijakan Tahan Harga BBM Pemerintah Tepat di Tengah Lonjakan Minyak Global

Berita Terbaru