Jerry Massie: Copot Dadan Hindayana Langkah Bijak, Banyak Ide Gila dan Potensi Korupsi

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengumuman pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan digantikan Nanik Suryati Dayang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN.

i

Pengumuman pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan digantikan Nanik Suryati Dayang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, merupakan keputusan yang sangat bijak dan tepat sasaran. Menurutnya, melihat rekam jejak kinerja dan berbagai kebijakan kontroversial yang dihasilkan selama memimpin lembaga pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pencopotan tersebut sudah sangat sepantasnya dilakukan.

Jerry menegaskan bahwa Dadan Hindayana dikenal sebagai orang dekat dan titipan langsung dari Presiden ke-7 Joko Widodo. Namun, di bawah kepemimpinannya, muncul berbagai kebijakan yang dinilai sebagai ide-ide gila, tidak masuk akal, serta berpotensi membuka celah besar bagi praktik korupsi dan penyimpangan anggaran negara.

“Sejak dia menjabat, banyak sekali ide gila yang dilontarkan dan dieksekusi. Mulai dari wacana makan serangga, pengadaan motor listrik, pembelian kaos, sepatu, semir sepatu, rencana pembangunan kampus, hingga wacana memperluas MBG ke tingkat internasional. Semua itu mengandung indikasi kuat dan upaya sistematis mengkorupsi uang negara. Kalau tidak segera dihentikan, dampaknya akan sangat berbahaya bagi keuangan negara,” tegas Jerry Massie, Selasa (3/6/2026).

Pihaknya juga menyoroti langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) yang baru saja melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional. Jerry sangat yakin bahwa dari proses hukum tersebut akan ditemukan banyak bukti kuat mengenai skandal dan praktik korupsi yang berlangsung masif di bawah kepemimpinan Dadan Hindayana.

“Kejagung baru saja menggeledah kantor MBG. Saya yakin sekali, di sana akan ditemukan bukti-bukti nyata adanya skandal korupsi. Sebenarnya Dadan ini adalah titipan dan pilihan Jokowi saat masih menjabat presiden. Alasan utama dia dicopot adalah karena dia sudah tidak becus lagi memimpin lembaga ini. Banyak sekali keganjilan yang terjadi,” paparnya.

Berbagai catatan kegagalan dan kebijakan bermasalah ditumpukkan ke atas nama Dadan Hindayana. Mulai dari maraknya kasus siswa keracunan makanan, dugaan korupsi yang merajalela, hingga beredarnya makanan basi dan kedaluwarsa yang disalurkan ke daerah. Selain itu, alokasi anggaran yang tidak jelas peruntukannya juga menjadi sorotan tajam. Jerry bahkan menyebut Dadan sebagai sosok yang tidak lagi memiliki kedisiplinan, tercatat pernah terciduk bermain golf di tengah jam kerja, serta kerap membuat kebijakan dan pernyataan yang memicu sensasi publik.

Jerry merinci sejumlah kebijakan dan pernyataan kontroversial yang melekat pada sosok Dadan Hindayana, antara lain:

1. Wacana Minum Susu 2 Liter: Pernyataan yang menuai kritik tajam dari pakar gizi dan masyarakat saat menyarankan anak-anak harus minum susu hingga dua liter per hari demi pertumbuhan. Angka ini dinilai tidak realistis, berlebihan, serta memberatkan masyarakat dan negara.
​
2. Polemik Keracunan Massal: Kepemimpinannya diwarnai catatan buruk akibat maraknya kasus keracunan massal yang menimpa siswa penerima manfaat di berbagai daerah, yang menunjukkan lemahnya pengawasan kualitas dan keamanan pangan.
​
3. Anggaran IT dan CCTV Fantastis: Pengalokasian dana sangat besar mencapai Rp1,2 triliun khusus untuk sistem Teknologi Informasi dan pengadaan kamera pengawas, yang dinilai tidak sebanding dengan hasil pemantauan di lapangan dan menimbulkan tanda tanya besar.

Menurut Jerry, ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam mengambil keputusan ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. Langkah ini sekaligus membantah anggapan yang beredar bahwa pemerintahan Prabowo masih disetir atau dipengaruhi oleh Jokowi. Nyatanya, orang kepercayaan dan titipan Jokowi pun berani dicopot jika kinerjanya buruk dan merugikan negara.

“Langkah tegas Prabowo ini patut diapresiasi. Ini bukti nyata bahwa anggapan Prabowo disetir Jokowi itu salah besar. Buktinya, orang dekat dan kepercayaan Presiden ke-7 ini dicopot tanpa ragu. Pesannya jelas: siapapun pejabat yang tidak berpihak pada rakyat, tidak mau mendengar keluhan masyarakat, dan justru menyusahkan rakyat, harus siap-siap dicopot dari jabatannya,” pungkas Jerry Massie.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Dede Yusuf: Ombudsman Tak Boleh Dihalangi, Tugasnya Mengawasi Pelayanan Publik
Praktisi Pendidikan Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Terkait Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Dukungan Penuh 27 Kab/Kota, Anton Suratto Terima SK Langsung dari DPP Demokrat
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 03:50 WIB

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Jumat, 25 September 2026 - 15:09 WIB

Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas

Jumat, 25 September 2026 - 14:44 WIB

Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup

Jumat, 25 September 2026 - 09:22 WIB

Dede Yusuf: Ombudsman Tak Boleh Dihalangi, Tugasnya Mengawasi Pelayanan Publik

Berita Terbaru