Dukung Aksi Mahasiswa, MataHukum Tuding Korupsi Kian Brutal

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Organisasi pemantau hukum, MataHukum, menyatakan dukungan penuh terhadap demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan elemen masyarakat sipil di Jakarta hari ini. Aksi tersebut dinilai sebagai refleksi sah atas akumulasi kekecewaan publik terhadap arah kebijakan nasional.

Sekretaris Jenderal MataHukum, Mukhsin Nasir, menegaskan bahwa gelombang protes ini merupakan respons konstitusional yang wajar di tengah tekanan ekonomi yang kian menghimpit.

“Aksi ini adalah wujud keprihatinan yang sah, mencerminkan suara hati rakyat yang selama ini kian tertekan,” ujar Mukhsin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/6).

Kebijakan Ekonomi Dinilai Mencekik Rakyat
MataHukum menyoroti peta jalan kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menjauh dari realitas masyarakat. Alih-alih menstimulus kesejahteraan, regulasi yang ada justru dianggap memperlebar jurang ketimpangan.

Mukhsin menyebut lonjakan harga BBM yang memicu kenaikan biaya hidup menjadi faktor utama merosotnya daya beli publik secara drastis.

“Kami melihat berbagai kebijakan kian tidak selaras dengan harapan masyarakat. Kebijakan yang ada justru terbukti tidak berpihak kepada rakyat,” tuturnya.

Soroti Korupsi di Lingkar Kekuasaan
Selain rapor merah sektor ekonomi, MataHukum mengkritik keras integritas tata kelola pemerintahan. Mukhsin menuding praktik rasuah di tingkat penyelenggara negara saat ini berjalan secara brutal dan terstruktur.

Indikasi penyelewengan anggaran program strategis nasional seperti makan bergizi gratis (MBG) disinyalir kuat telah bergeser fungsi menjadi ladang keuntungan kelompok tertentu, bahkan diduga melibatkan aktor di lingkar dalam kekuasaan.

“Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap amanat konstitusi,” kata Mukhsin.

Ia menambahkan, “Cermin tidak akan tersenyum ketika rakyat sakit. Selama korupsi dibiarkan merajalela, tidak ada keberhasilan yang bisa dibanggakan pemerintah.”

Desak Evaluasi Total
Menutup pernyataannya, MataHukum mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi total terhadap kebijakan publik yang kontroversial dan menghentikan tindakan represif terhadap kebebasan berpendapat.

“Pemerintah seharusnya mendengar, bukan menekan; memperbaiki kebijakan, bukan mempertahankan hal yang keliru. Suara protes ini akan terus bergema sampai keadilan terwujud, mendukung reformasi jilid dua” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Aksi Mahasiswa Berlangsung Kondusif, BaraNusa Apresiasi Pendekatan Persuasif Polisi
Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor
Ogy Sugiyono Yakin Ketua DPC Terpilih Mampu Bawa PKB Banten Lebih Maju
Alumnus Trisakti: Ainun Naim Bagian dari Mafia Pendidikan yang Bakal Menjadi Target KPK
Sinergi Kejagung dan ATR/BPN: Wujudkan Kepastian Hukum dan Pemulihan Aset
Usai Gelar Aksi di KPK, Lintas Organisasi Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas Siantar
Jangan Hanya Tiga Tersangka, Komite Pemantau MBG Minta Kasus Korupsi BGN Dibongkar Tuntas
Bupati Lampung Timur Jajaki Pembangunan Pelabuhan Bersama PT KBS
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:05 WIB

Aksi Mahasiswa Berlangsung Kondusif, BaraNusa Apresiasi Pendekatan Persuasif Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:46 WIB

Dukung Aksi Mahasiswa, MataHukum Tuding Korupsi Kian Brutal

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:23 WIB

Seluruh Kepala Desa di Kecamatan Cijeruk dan Cigombong Kompak Jaga Kondusifitas Kabupaten Bogor

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:40 WIB

Ogy Sugiyono Yakin Ketua DPC Terpilih Mampu Bawa PKB Banten Lebih Maju

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:24 WIB

Alumnus Trisakti: Ainun Naim Bagian dari Mafia Pendidikan yang Bakal Menjadi Target KPK

Berita Terbaru

Nasional

Dukung Aksi Mahasiswa, MataHukum Tuding Korupsi Kian Brutal

Jumat, 12 Jun 2026 - 21:46 WIB