Pemadaman Bergilir di Jawa, GSBK Desak Dirut PLN Mundur dan Diperiksa

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor PLN

i

Kantor PLN

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa memicu desakan dari Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK) agar Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo segera mengundurkan diri. Langkah itu dinilai sebagai bentuk tanggung jawab atas gangguan pasokan listrik yang berulang kali terjadi.

Koordinator Nasional GSBK, Febri Yohansyah, menyatakan permintaan maaf yang disampaikan pimpinan PLN setiap kali terjadi gangguan tidak lagi cukup memuaskan. Menurutnya, pola yang sama terus berulang tanpa solusi nyata.

“Setiap ada pemadaman, baik di Sumatera maupun Pulau Jawa, hanya ada permintaan maaf seolah masalah selesai begitu saja. Sikap ini tidak mencerminkan tanggung jawab yang sesungguhnya,” tegas Febri dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan bahwa pemadaman listrik bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan merugikan masyarakat luas dan pelaku usaha yang bergantung pada pasokan energi yang stabil. “Bukan hanya minta maaf, tapi harus ada langkah nyata, termasuk menghitung dan mengganti kerugian yang dialami pelanggan,” ujarnya.

Selain soal keandalan layanan, GSBK juga menyoroti kondisi keuangan perusahaan. Mengutip data dari Center for Budget Analysis (CBA), disebutkan bahwa utang PLN pada akhir tahun 2025 mencapai Rp804,2 triliun, naik dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp736,4 triliun.

“Utang terus membengkak dari tahun ke tahun tanpa ada langkah efektif untuk menahannya. Ini menjadi masalah serius yang harus diperhatikan pemerintah,” kata Febri.

Atas dua persoalan mendasar tersebut, GSBK meminta Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen PLN. Mereka mendesak agar Darmawan Prasodjo dicopot dari jabatannya sekaligus dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kondisi keuangan dan pengelolaan perusahaan.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PLN terkait desakan tersebut. Sebelumnya, manajemen PLN hanya menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan agar kembali berjalan normal.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran
Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya
Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai
KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan
 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi
Kapolri Harus Buka Kembali Kasus Payment Gateway Denny Indrayana, Demi Pulihkan Nama Baik Polri
Dukung Prabowo untuk 2029, Pengamat: Golkar Dinilai Sengaja Jaga Ruang Manuver untuk Gibran
 Usai Pecah Rekor Nasional, BULOG Lebak‑Pandeglang Bersyukur dan Berbagi ke Anak Yatim
Berita ini 41 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Petisi Palmerah Akan Terus Kawal Isu Legitimasi Akademik Wakil Presiden Gibran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pemkab Sorong Salurkan Alat Bantu Disabilitas, Kadinsos Amatus Turot: Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang untuk Berkarya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Pimpin DPD PAN Raja Ampat, Anggota DPRK Ruben Sauyai Siap Emban Amanah Partai

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:47 WIB

KAMAKSI: Dua Kurator Koba Tin Ditahan, Kini Usut Aliran Dana dan Tanggung Jawab Perusahaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:39 WIB

 Jerry Massie: Kontroversi Ucapan Seputar LBP Sumut, Ada Kekhawatiran Gangguan Iklim Akademisi

Berita Terbaru