Melanjutkan Jejak Gus Dur, Gus Rozin Membuka Jalur Diplomasi Pendidikan dengan Tiongkok

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Semarang – Nama KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur beberapa kali mengemuka dalam pertemuan antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Semarang, Kamis, 23 Juli 2026.

Pertemuan itu bukan sekadar mengenang sosok Presiden keempat RI tersebut, melainkan membahas langkah konkret memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui kerja sama pendidikan.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat mempererat hubungan kedua negara.

“Kami berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok tidak hanya bertumpu pada perdagangan atau investasi. Pendidikan harus menjadi jembatan yang mempertemukan generasi muda kedua bangsa sehingga hubungan ini semakin kuat di masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Rozin mengusulkan agar Tiongkok membantu menghadirkan tenaga pengajar Bahasa Mandarin bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Ia juga mendorong perluasan program beasiswa, kemudahan pengurusan visa pendidikan, serta penguatan kerja sama antarperguruan tinggi, pesantren, dan sekolah.

“Kami juga berharap akses beasiswa diperluas, proses visa bagi kegiatan akademik dipermudah, dan ada lebih banyak pertukaran mahasiswa, dosen, rektor, kepala sekolah, maupun pengasuh pesantren. Dengan begitu, manfaat kerja sama benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan PWNU Jawa Tengah.

“Kami siap memfasilitasi pengiriman pengajar Bahasa Mandarin, membantu kemudahan keimigrasian untuk program pendidikan, serta memperluas kerja sama antara perguruan tinggi di Jawa Tengah dengan berbagai universitas di Tiongkok,” ujar perwakilan Konjen Tiongkok, Mr Ye Su.

Pihak Konjen Tiongkok juga secara khusus menyampaikan penghormatan kepada Gus Dur. Mereka menilai Gus Dur memiliki jasa besar dalam membangun kembali hubungan Indonesia dan Tiongkok sekaligus memperjuangkan hak-hak warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

“Kami sangat menghormati kontribusi Gus Dur. Beliau memiliki peran penting dalam membuka kembali hubungan kedua negara dan membangun semangat saling menghormati antar masyarakat,” ungkap Ye Su.

Bagi Gus Rozin, penghormatan terhadap Gus Dur menjadi pengingat bahwa diplomasi yang berlandaskan kemanusiaan masih sangat relevan hingga saat ini.

“Warisan terbesar Gus Dur adalah membangun hubungan dengan rasa saling menghormati. Nilai itu yang ingin kami teruskan melalui kerja sama pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia,” tutur Gus Rozin.

Menjelang akhir pertemuan, kedua pihak sepakat menjaga komunikasi secara berkelanjutan. Konjen Tiongkok juga mengundang Gus Rozin melakukan kunjungan balasan ke Surabaya dan berencana kembali bertemu dalam agenda resmi di Jawa Tengah sebelum penghujung 2026.

Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam itu menjadi awal dari komitmen bersama untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui ruang-ruang pendidikan, pertukaran pengetahuan, serta semangat kemanusiaan yang telah lama diwariskan Gus Dur.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029
Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan
Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik
Dr. Rieke Diah Pitaloka: Reforma Agraria Tak Boleh Jadi Obat Sementara
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked

Rabu, 9 September 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor

Selasa, 8 September 2026 - 12:36 WIB

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB