Melanjutkan Jejak Gus Dur, Gus Rozin Membuka Jalur Diplomasi Pendidikan dengan Tiongkok

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Semarang – Nama KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur beberapa kali mengemuka dalam pertemuan antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Semarang, Kamis, 23 Juli 2026.

Pertemuan itu bukan sekadar mengenang sosok Presiden keempat RI tersebut, melainkan membahas langkah konkret memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui kerja sama pendidikan.

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang dapat mempererat hubungan kedua negara.

“Kami berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok tidak hanya bertumpu pada perdagangan atau investasi. Pendidikan harus menjadi jembatan yang mempertemukan generasi muda kedua bangsa sehingga hubungan ini semakin kuat di masa depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Rozin mengusulkan agar Tiongkok membantu menghadirkan tenaga pengajar Bahasa Mandarin bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Ia juga mendorong perluasan program beasiswa, kemudahan pengurusan visa pendidikan, serta penguatan kerja sama antarperguruan tinggi, pesantren, dan sekolah.

“Kami juga berharap akses beasiswa diperluas, proses visa bagi kegiatan akademik dipermudah, dan ada lebih banyak pertukaran mahasiswa, dosen, rektor, kepala sekolah, maupun pengasuh pesantren. Dengan begitu, manfaat kerja sama benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, pihak Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan PWNU Jawa Tengah.

“Kami siap memfasilitasi pengiriman pengajar Bahasa Mandarin, membantu kemudahan keimigrasian untuk program pendidikan, serta memperluas kerja sama antara perguruan tinggi di Jawa Tengah dengan berbagai universitas di Tiongkok,” ujar perwakilan Konjen Tiongkok, Mr Ye Su.

Pihak Konjen Tiongkok juga secara khusus menyampaikan penghormatan kepada Gus Dur. Mereka menilai Gus Dur memiliki jasa besar dalam membangun kembali hubungan Indonesia dan Tiongkok sekaligus memperjuangkan hak-hak warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

“Kami sangat menghormati kontribusi Gus Dur. Beliau memiliki peran penting dalam membuka kembali hubungan kedua negara dan membangun semangat saling menghormati antar masyarakat,” ungkap Ye Su.

Bagi Gus Rozin, penghormatan terhadap Gus Dur menjadi pengingat bahwa diplomasi yang berlandaskan kemanusiaan masih sangat relevan hingga saat ini.

“Warisan terbesar Gus Dur adalah membangun hubungan dengan rasa saling menghormati. Nilai itu yang ingin kami teruskan melalui kerja sama pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia,” tutur Gus Rozin.

Menjelang akhir pertemuan, kedua pihak sepakat menjaga komunikasi secara berkelanjutan. Konjen Tiongkok juga mengundang Gus Rozin melakukan kunjungan balasan ke Surabaya dan berencana kembali bertemu dalam agenda resmi di Jawa Tengah sebelum penghujung 2026.

Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam itu menjadi awal dari komitmen bersama untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui ruang-ruang pendidikan, pertukaran pengetahuan, serta semangat kemanusiaan yang telah lama diwariskan Gus Dur.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN
Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata
Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak
Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK
Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk
Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN

Sabtu, 19 September 2026 - 16:53 WIB

Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak

Berita Terbaru

Daerah

Jalan Ciinjuk Rusak Dikepung Genangan Air Saat Hujan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:13 WIB