Anggota Komisi VIII DPR RI Desak Usut Tuntas Kasus Buleleng

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Bali– Anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, menyampaikan bela sungkawa mendalam atas meninggalnya KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (24/7/2026) dini hari.

 

Melalui keterangan resmi yang diterima redaksi, Minggu (27/7/2026), Kariyasa menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya istri dan tiga orang anak korban.

 

“Atas nama pribadi, partai, dan lembaga Komisi VIII DPR RI, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bapak KD. Kehilangan seorang ayah dan tulang punggung keluarga adalah duka kita bersama. Semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Kariyasa.

 

Politisi PDI Perjuangan asal Bali ini menyoroti dugaan penyebab kematian korban yang berawal dari tuduhan pencurian seekor ayam aduan. Ia menegaskan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum, sehingga tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

 

“Kalau memang ada dugaan tindak pidana pencurian, sudah ada pasalnya dan ada aparat penegak hukum yang berwenang. Kenapa harus main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa seseorang? Peristiwa ini tidak boleh terulang lagi di Bali maupun di daerah lain,” tegasnya.

 

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi Sosial, Penanggulangan Bencana, dan Perlindungan Anak, Kariyasa juga mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan perlindungan sosial kepada keluarga korban.

 

“Saya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Desa Sidetapa dan Pemkab Buleleng yang sudah mendampingi keluarga korban. Komisi VIII DPR RI akan mendorong agar anak-anak korban mendapatkan jaminan keberlangsungan pendidikan. Jangan sampai karena peristiwa ini masa depan mereka terabaikan,” katanya.

 

Kariyasa juga menyampaikan harapannya kepada aparat kepolisian, khususnya Polda Bali dan Polres Tabanan, agar mengusut tuntas kasus tersebut secara adil, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku.

 

“Saya mendesak Bapak Kapolda Bali dan Kapolres Tabanan untuk segera mengusut tuntas, menangkap para pelaku pengeroyokan, dan memprosesnya secara hukum. Keadilan harus ditegakkan. Jangan sampai ada lagi nyawa melayang karena hukum ditegakkan di jalanan,” ujarnya.

 

Ia mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, dan menyerahkan setiap persoalan hukum kepada aparat yang berwenang.

 

“Mari kita jaga Bali tetap aman, damai, dan beradab. Negara hukum harus kita junjung tinggi,” tutup Kariyasa.

 

Sebelumnya diberitakan, korban KD diduga kepergok warga saat hendak mencuri seekor ayam aduan. Dugaan tersebut kemudian memicu aksi pengeroyokan hingga korban meninggal dunia. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan menangkap para pelaku. Proses hukum tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029
Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan
Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik
Dr. Rieke Diah Pitaloka: Reforma Agraria Tak Boleh Jadi Obat Sementara
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked

Rabu, 9 September 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor

Selasa, 8 September 2026 - 12:36 WIB

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB