Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Hj. Reni Apriani, M.Pd., hadir langsung untuk memantau perkembangan para mahasiswa sebuah kehadiran yang menjadi semangat sekaligus pengingat bahwa pembentukan guru tidak boleh lepas dari pengawasan dan bimbingan yang tulus.

i

Dr. Hj. Reni Apriani, M.Pd., hadir langsung untuk memantau perkembangan para mahasiswa sebuah kehadiran yang menjadi semangat sekaligus pengingat bahwa pembentukan guru tidak boleh lepas dari pengawasan dan bimbingan yang tulus.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak — Menjadi pendidik bukan sekadar menyampaikan materi di depan kelas. Ia adalah seni menyentuh hati, menyalakan harapan, dan membentuk masa depan generasi bangsa dan itulah yang sedang dirasakan langsung oleh para mahasiswa Universitas La Tansa Mashiro saat melangkah ke ruang-ruang sekolah, bukan lagi sebagai pelajar, melainkan sebagai calon guru yang sesungguhnya.

Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2, yang menjadi jantung proses pembentukan kompetensi calon pendidik, kini sedang berlangsung hangat di SMAN 1 Warunggunung. Di sini, mahasiswa semester 7 dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan Matematika turun langsung, membawa teori yang selama ini dipelajari di kampus, lalu merangkainya menjadi pengalaman nyata di tengah-tengah siswa, di tengah suasana sekolah yang hidup dan dinamis.

Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga bulan ini, hingga saat ini baru memasuki pertemuan ketujuh belum sampai dua bulan. Namun benih-benih kebaikan dan pembelajaran telah tumbuh subur. Di tengah pelaksanaan tersebut, Dr. Hj. Reni Apriani, M.Pd., hadir langsung untuk memantau perkembangan para mahasiswa sebuah kehadiran yang menjadi semangat sekaligus pengingat bahwa pembentukan guru tidak boleh lepas dari pengawasan dan bimbingan yang tulus.

“PLP 2 adalah momen sakral bagi calon pendidik. Di sinilah mereka mulai menyadari bahwa di balik setiap pelajaran ada anak-anak yang menanti bimbingan, ada harapan orang tua, ada tanggung jawab besar. Monitoring ini bukan sekadar mengecek kehadiran, melainkan memastikan mereka tidak berjalan sendirian kampus selalu ada untuk membimbing, mengoreksi, dan mendampingi,” ungkap Dr. Hj. Reni Apriani, M.Pd kepada awak media, Kamis (17/9/2026)

Universitas La Tansa Mashiro telah menjalin kerja sama yang luas dengan berbagai sekolah di Kabupaten Lebak, baik negeri maupun swasta, sebuah jaringan pengabdian yang menyatukan kekuatan dunia akademik dengan realitas pendidikan di lapangan. Sinergi ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata bahwa kampus tidak berdiri menara gading, melainkan hadir menyatu dengan masyarakat.

Selama proses monitoring, hal-hal kecil namun berharga terlihat: bagaimana mahasiswa mulai menemukan gaya mengajarnya sendiri, bagaimana mereka berkoordinasi dengan guru pamong, bagaimana dosen pembimbing dan pihak sekolah saling melengkapi langkah demi kesuksesan para calon pendidik. Semua itu dilakukan agar tujuan PLP 2 mencetak guru yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berhati dan berjiwa pendidik — benar-benar tercapai.

“Baru tujuh pertemuan, tapi perubahannya sudah terlihat. Mereka semakin percaya diri, semakin dekat dengan siswa, semakin paham bahwa menjadi guru adalah panggilan hati. Tiga bulan ke depan adalah waktu yang berharga untuk menempa diri,” tambah Dr. Hj. Reni Apriani.

Di sela-sela ruang kelas SMAN 1 Warunggunung, cerita sederhana namun menyentuh sedang terus ditulis. Cerita tentang kampus yang peduli, sekolah yang membuka hati, dan calon-calon guru yang sedang menemukan panggilan hidupnya. Universitas La Tansa Mashiro membuktikan: pendidikan yang baik lahir dari kesinambungan antara teori dan praktik, antara ilmu dan pengabdian, antara kampus dan masyarakat. Dan di sanalah, di kabupaten Lebak yang damai itu, benih-benih guru masa depan tumbuh perlahan namun pasti, siap menerangi jalan anak-anak bangsa.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK
Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk
Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya
Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM
David Pajung: Banyak Pihak Menyusup Bawa Nama Jokowi, Justru Coba Merusak Hubungan dengan Prabowo
DPRD Pandeglang Bungkam, KITA Banten Desak Pemasangan Tiang WiFi di Batur Jaya Dihentikan
Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet
H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak

Kamis, 17 September 2026 - 16:20 WIB

Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:47 WIB

Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk

Kamis, 17 September 2026 - 04:17 WIB

Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya

Rabu, 16 September 2026 - 15:08 WIB

Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM

Berita Terbaru

Ketua Umum DPP Kasat Mata (Koalisi Masyarakat Anti Mafia Tanah-red), sekaligus Ketua Bidang Advokasi, Litigasi dan Penelitian Hukum LBH Tani Nusantara, Jeffri AM Simanjuntak, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Dugaan Mafia Tanah, Jeffri Simanjuntak Desak Presiden Copot Nusron Wahid

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:30 WIB