Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 04:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekitar 60 pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan Gelora-Palmerah kini memiliki wadah bersama.

i

Sekitar 60 pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan Gelora-Palmerah kini memiliki wadah bersama.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Sekitar 60 pedagang asongan dan pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan Gelora-Palmerah kini memiliki wadah bersama. Mereka resmi mendeklarasikan, Paguyuban Pedagang Asongan dan Pedagang Kaki Lima Palmerah (PAGAR PALMERAH), Selasa (15/9/2026).

Pembentukan paguyuban tersebut menjadi langkah para pedagang untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun ruang komunikasi dalam menyampaikan aspirasi dan kepentingan bersama.

**Ahmad Jayani, S.H.** dipercaya memimpin PAGAR PALMERAH sebagai ketua umum.

Kehadiran paguyuban ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para pedagang untuk membangun komunikasi yang lebih terorganisasi, baik di antara anggota maupun dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan aktivitas mereka di kawasan Gelora-Palmerah.

Persoalan yang dihadapi pedagang selama ini cukup beragam. Mulai dari kebutuhan pembinaan, akses permodalan, legalitas dan penataan lokasi hingga persaingan usaha, pemanfaatan teknologi serta komunikasi dengan pemangku kepentingan.

Dalam Garis-Garis Besar Haluan Organisasi periode 2026–2031, PAGAR PALMERAH menempatkan persatuan, advokasi, gotong royong, amanah dan kepentingan rakyat sebagai prinsip yang menjadi dasar organisasi.

### Aspirasi Pedagang Disatukan

Dengan terbentuknya PAGAR PALMERAH, berbagai persoalan pedagang diharapkan dapat dibicarakan melalui wadah bersama.

Arah organisasi tidak hanya berkaitan dengan advokasi. PAGAR PALMERAH juga menyusun agenda pemberdayaan ekonomi anggota, termasuk pendataan pedagang, kartu anggota, sekretariat, pelatihan UMKM, digitalisasi usaha, akses permodalan dan kemitraan.

Langkah tersebut sejalan dengan visi organisasi untuk membangun paguyuban pedagang yang bersatu, mandiri, berdaya, bermartabat dan sejahtera melalui gotong royong, advokasi dan pemberdayaan ekonomi.

Artinya, deklarasi menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang tidak hanya hadir ketika pedagang menghadapi persoalan, tetapi juga memiliki agenda peningkatan kapasitas dan kesejahteraan anggota.

### Komitmen Menjaga Ketertiban

Selain menyatukan aspirasi, para pedagang juga menegaskan komitmen menjaga kondisi lingkungan tempat mereka beraktivitas.

Dalam deklarasi, mereka menyatakan:

> “Kami para pedagang asongan Kaki lima Gelora-Palmerah akan menjaga kebersihan, ketertiban, dan Keamanan serta tidak akan terprovokasi oleh ajakan aksi anarkis dan merugikan masyarakat di lingkungan DPR RI dan St Palmerah.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam deklarasi PAGAR PALMERAH.

Para pedagang menegaskan bahwa aktivitas mencari nafkah tetap harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kebersihan, ketertiban dan keamanan lingkungan.

Hal itu juga sejalan dengan arah organisasi yang memasukkan kebersihan, ketertiban dan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari program PAGAR PALMERAH.

### Ada Program Sosial dan Ekonomi

Momentum deklarasi juga diwarnai dengan pemberian bantuan sembako kepada anggota PAGAR PALMERAH yang hadir.

Kegiatan tersebut menambah suasana kebersamaan dalam deklarasi sekaligus menunjukkan adanya perhatian terhadap aspek sosial di lingkungan anggota paguyuban.

Dalam arah organisasi 2026–2031, bidang sosial dan kesejahteraan menjadi salah satu bagian yang turut mendapat perhatian, bersama penguatan organisasi, advokasi, pemberdayaan ekonomi dan kepedulian lingkungan.

Ke depan, PAGAR PALMERAH membawa lima agenda utama, yakni **Pedagang Bersatu, Pedagang Terlindungi, Pedagang Berdaya, Pedagang Naik Kelas dan Pedagang Sejahtera**.

Lima agenda tersebut menjadi arah perjalanan paguyuban hingga 2031. Tantangannya adalah memastikan organisasi yang baru dideklarasikan itu mampu menerjemahkan persatuan menjadi kerja nyata yang memberi manfaat bagi para pedagang.

Bagi sekitar 60 pedagang yang hadir dalam deklarasi, PAGAR PALMERAH kini bukan sekadar nama organisasi. Paguyuban tersebut menjadi wadah untuk menyatukan komunikasi, memperkuat kebersamaan dan memperjuangkan kepentingan pedagang secara bersama-sama, dengan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK
Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk
Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM
David Pajung: Banyak Pihak Menyusup Bawa Nama Jokowi, Justru Coba Merusak Hubungan dengan Prabowo
DPRD Pandeglang Bungkam, KITA Banten Desak Pemasangan Tiang WiFi di Batur Jaya Dihentikan
Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet
H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah
Aktivis Buruh Desak RT/RW Kampung Batur Jaya Dicopot, Carlianto Soroti Keberpihakan kepada Pengusahan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:20 WIB

Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:47 WIB

Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk

Kamis, 17 September 2026 - 04:17 WIB

Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya

Rabu, 16 September 2026 - 15:08 WIB

Marwan Jafar PKB: Bank Indonesia Wajib Dorong Penguatan dan Penyehatan UMKM

Rabu, 16 September 2026 - 10:29 WIB

David Pajung: Banyak Pihak Menyusup Bawa Nama Jokowi, Justru Coba Merusak Hubungan dengan Prabowo

Berita Terbaru

Ketua Umum DPP Kasat Mata (Koalisi Masyarakat Anti Mafia Tanah-red), sekaligus Ketua Bidang Advokasi, Litigasi dan Penelitian Hukum LBH Tani Nusantara, Jeffri AM Simanjuntak, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Dugaan Mafia Tanah, Jeffri Simanjuntak Desak Presiden Copot Nusron Wahid

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:30 WIB