Ketua Umum SGMI Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Kabinet dan Berantas Korupsi hingga ke Akar

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jakarta – Ketua Umum Sayap Muda Garuda Indonesia (SGMI), Mohamad Rohim, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan pembenahan dan evaluasi di lingkungan kabinet sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi.

Menurut Rohim, langkah Presiden Prabowo yang melakukan bersih-bersih tanpa pandang bulu merupakan harapan besar masyarakat Indonesia yang selama ini menginginkan praktik korupsi benar-benar diberantas dari negeri ini.

“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam melakukan bersih-bersih di kabinet tanpa pandang bulu. Inilah yang selama ini ditunggu rakyat. Korupsi harus angkat kaki dari Republik Indonesia,” ujar Mohamad Rohim kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).

Rohim menegaskan, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada penindakan terhadap pelaku di lapangan, tetapi harus mampu mengungkap hingga aktor intelektual yang berada di balik berbagai praktik korupsi.

“Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Upaya ini tidak boleh berhenti di sini, tetapi harus menyentuh hingga ke otak pelaku dan aktor utama di balik tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rohim mengakui bahwa upaya membersihkan Indonesia dari praktik korupsi bukan pekerjaan mudah. Menurutnya, setiap langkah pemberantasan korupsi pasti akan menghadapi tantangan dan perlawanan dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.

“Namun kami percaya, selama Presiden Prabowo berpihak kepada kepentingan rakyat dan serius memberantas korupsi, masyarakat akan berdiri bersama beliau,” katanya.

Rohim juga meminta agar Presiden Prabowo terus melakukan evaluasi terhadap para pembantunya di kabinet. Menurutnya, seluruh menteri harus memiliki visi dan komitmen yang sama dalam menjalankan agenda pemerintahan.

“Para pembantu Presiden yang belum memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Presiden Prabowo sudah sepatutnya dievaluasi agar pelaksanaan program pemerintah semakin efektif. Jangan sampai ada menteri yang memiliki standar ganda atau merasa memiliki loyalitas kepada pihak lain selain Presiden sebagai kepala pemerintahan,” pungkas Rohim.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN
Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata
Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?
Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan
Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak
Kinerja Menhut Raja Juli Diduga Hambat Investasi, Jadi Perhatian Kejagung dan KPK
Putusan MK Guncang Bakamla, Lembaga Penjaga Laut di Ujung Tanduk
Ahmad Jayani Pimpin PAGAR PALMERAH, 60 Pedagang Gelora-Palmerah Bangun Wadah Bersatu dan Berdaya
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Forensic Inference Ladder Model dikembangkan oleh Gunadi Pramono anggota PPBN

Sabtu, 19 September 2026 - 16:53 WIB

Gaya Politik Egaliter Prabowo Tercermin pada Dasco — Harmoni dengan Gibran Bukti Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 14:41 WIB

Tiang Provider Menjamur di Pandeglang, Denyy Soroti Penataan: “Pemkab Tak Berdaya?

Jumat, 18 September 2026 - 13:37 WIB

Sentul City Buldoser Lahan Milik Tetangga Prabowo di Bojong Koneng, Warga Siap Adu Bukti di Pengadilan

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Rekam Jejak Pengabdian: Universitas La Tansa Mashiro Perkuat Sinergi Kampus dengan Sekolah di Lebak

Berita Terbaru