Jerry Massie Pertanyakan Validitas Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Prabowo 51,1 presen Dinilai Janggal

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur P3S Jerry Massie.

i

Direktur P3S Jerry Massie.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggapan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebutkan tingkat kepuasan kinerja Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1 persen dinilai sangat diragukan keabsahannya. Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai temuan tersebut mengandung banyak kejanggalan dan berpotensi bukan merupakan gambaran pendapat publik yang sesungguhnya.

“Saya sangat menduga hasil survei SMRC ini tidak jujur dan berbau rekayasa. Hal pertama yang harus ditanyakan adalah indikator apa yang digunakan untuk mengukur kepuasan, siapa saja yang dijadikan responden, serta bagaimana cara penarikan sampelnya,” tegas Jerry Massie.

Ia mencurigai banyak responden diambil dari lingkungan media sosial yang rawan akun tidak aktif, akun palsu, maupun kelompok yang dikoordinir secara khusus. “Saya curiga sampelnya justru banyak diambil dari akun bodong, buzzer, atau kalangan tertentu seperti relawan masa lalu, bukan mencerminkan keragaman masyarakat Indonesia yang sesungguhnya,” ujarnya.

Jerry menekankan agar SMRC transparan membuka data dasar responden, mulai dari identitas, alamat tempat tinggal, pekerjaan, usia, hingga status kependudukan. “Jika tempat tinggalnya di luar negeri atau usianya baru 15 tahun, mereka jelas tidak memenuhi syarat sebagai bagian dari pemilih maupun masyarakat yang terkena dampak langsung kebijakan. Ini sangat ngawur jika sampelnya melenceng begitu,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menyoroti riwayat dan kedekatan lembaga tersebut. “Perlu diketahui, SMRC kerap dianggap memiliki kedekatan dengan jaringan pendukung pemerintahan sebelumnya, bahkan Saiful Mujani sendiri pernah dilaporkan terkait masalah terkait kredibilitas lembaganya. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa survei ini merupakan pesanan untuk tujuan tertentu,” jelasnya.

Ia juga membandingkan dengan hasil survei kinerja Wapres Gibran Rakabuming Raka yang sebelumnya berada di kisaran 30 persen. “Pola ini terlihat jelas: angka-angka yang ditampilkan justru berpotensi merusak nama baik Presiden Prabowo dan melemahkan stabilitas pemerintahan. Padahal, jika dilakukan dengan jujur dan objektif, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah saat ini seharusnya berada di kisaran 65 hingga 75 persen, bahkan bisa lebih tinggi,” papar Jerry.

Menurutnya, hal ini sangat kontras dengan standar lembaga survei terpercaya di Amerika Serikat seperti Rasmussen, Emerson, Fox News, maupun Harvard Quinnipiac. “Di sana, metode, kerangka sampel, dan profil responden dijelaskan secara terbuka dan dapat diverifikasi, tidak ada kesan pesanan. Sangat aneh jika di satu momen tingkat kepuasan bisa tembus 80 persen, lalu tiba-tiba merosot tajam ke angka 30-an persen atau di bawah 60 persen tanpa alasan yang jelas dan terukur,” tandasnya.

Jerry menegaskan, publik berhak mendapatkan informasi yang jujur. Oleh karena itu, SMRC wajib mempublikasikan secara lengkap metodologi, kerangka sampel, profil responden, serta margin of error yang digunakan agar dapat diuji kebenarannya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked
Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029
Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan
Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik
Dr. Rieke Diah Pitaloka: Reforma Agraria Tak Boleh Jadi Obat Sementara
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Cegah Rekening Ganda, Marwan Jafar Minta Program 200 Juta Rekening Gratis Prioritaskan Warga Unbanked

Rabu, 9 September 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor

Selasa, 8 September 2026 - 12:36 WIB

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara

Berita Terbaru

Dr. Imam Sofian, S.H., M.H.,

Hukum dan Kriminal

Tim Hukum: Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029 Tidak Memenuhi Unsur Makar

Kamis, 10 Sep 2026 - 14:43 WIB