Isu Pergantian Kapolri, Sahabat Presisi: Jangan Ganggu Konsentrasi Polri Tuntaskan Perkara Besar

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto mendampingi kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam rangka meninjau langsung arus mudik di Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Merak pada Senin (10/04). 

i

Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto mendampingi kunjungan kerja Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam rangka meninjau langsung arus mudik di Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan Merak pada Senin (10/04). 

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Panggung politik nasional sedang dihangatkan oleh dinamika dan isu mengenai Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian pimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Di tengah situasi tersebut, respons yang ditunjukkan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dinilai mencerminkan ketenangan dan kedewasaan institusional.

Sebelumnya, Jenderal Sigit menegaskan posisinya sebagai prajurit Bhayangkara yang senantiasa siap menjalankan instruksi pimpinan tertinggi negara, termasuk keputusan yang berkaitan dengan rotasi jabatan di tubuh korps Bhayangkara.

“Itu prerogatif Presiden. Jadi, buat kami prajurit apa pun dilaksanakan. Kita menunggu saja,” ujar Sigit usai menghadiri rapat di Kementerian Polkam, Jakarta Pusat.

Menanggapi wacana yang bergulir di ruang publik, Koordinator Sahabat Presisi, Egi Hendrawan, menyampaikan pandangan analitisnya. Ia menilai bahwa wacana pergantian Kapolri pada momentum saat ini tidak hanya belum mendesak, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas penegakan hukum yang sedang berada di jalur optimal.

Menurut Egi, kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit terbukti berhasil membawa Polri mencatatkan berbagai capaian positif, mulai dari pengawalan stabilitas keamanan nasional, transformasi institusional melalui konsep Polri Presisi yang diakui publik, hingga konsistensi dalam mendukung prioritas nasional. Oleh karena itu, momentum kepemimpinan saat ini harus dijaga agar tidak terdistorsi oleh kepentingan politik praktis.

“Kami memandang bahwa wacana pergantian Kapolri saat ini sama sekali belum pada waktunya. Secara obyektif, kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit telah terbukti sukses membawa institusi Polri berada dalam tren kinerja yang sangat baik—baik dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, mengawal program strategis pemerintah, maupun menorehkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi.

Terlebih lagi, Polri saat ini sedang memegang momentum krusial untuk menuntaskan berbagai agenda penegakan hukum berprofil tinggi, termasuk ketegasan dalam mengusut pengungkapan kasus-kasus korupsi besar yang tengah menjadi sorotan publik luas, salah satunya pengusutan kasus korupsi eks Jampidsus. Mengganti pimpinan di tengah konsentrasi penuh penuntasan perkara besar justru berpotensi menciptakan turbulensi struktural yang tidak produktif bagi penegakan hukum yang berkeadilan.”

Egi menambahkan, alih-alih menghabiskan energi untuk spekulasi politik yang sarat kepentingan kelompok tertentu, seluruh elemen bangsa seharusnya memberikan dukungan penuh kepada Polri. Stabilitas internal dan kesinambungan komando di bawah kepemimpinan yang ada saat ini sangat dibutuhkan agar Polri dapat terus fokus menyelesaikan agenda pemberantasan korupsi secara transparan, profesional, dan objektif tanpa intervensi eksternal.

Sahabat Presisi juga mengingatkan bahwa kewenangan pengangkatan maupun pemberhentian Kapolri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Republik Indonesia. Oleh karena itu, ruang publik diimbau agar tetap kondusif, tidak mudah terprovokasi oleh narasi politik yang menyesatkan, serta senantiasa menghormati proses konstitusional yang berjalan demi keutuhan dan stabilitas nasional.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas
Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup
Dede Yusuf: Ombudsman Tak Boleh Dihalangi, Tugasnya Mengawasi Pelayanan Publik
Praktisi Pendidikan Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Terkait Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Dukungan Penuh 27 Kab/Kota, Anton Suratto Terima SK Langsung dari DPP Demokrat
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 03:50 WIB

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

Minggu, 27 September 2026 - 06:11 WIB

Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard

Jumat, 25 September 2026 - 15:09 WIB

Bukan Hanya Cibinong, Mangihut Sinaga Khawatir Praktik Serupa Menjalar ke Seluruh Lapas

Jumat, 25 September 2026 - 14:44 WIB

Kabel Menjuntai Sebabkan Kecelakaan di Kampung Grojog, Ini Tanggapan TelkomGroup

Jumat, 25 September 2026 - 09:22 WIB

Dede Yusuf: Ombudsman Tak Boleh Dihalangi, Tugasnya Mengawasi Pelayanan Publik

Berita Terbaru