Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Dave Laksono meminta TNI dan BIN untuk terus meningkatkan kemampuan deteksi dini, analisis situasi, serta kesiapsiagaan guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman dan gangguan keamanan dalam negeri.
Ia menilai pernyataan pemerintah yang menyatakan situasi aman dan terkendali merupakan cerminan dari pemantauan serta data yang valid. Oleh sebab itu, stabilitas yang sudah terjaga ini harus dijaga melalui kewaspadaan yang konsisten.
“Komisi I DPR RI menghormati hasil koordinasi pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait dalam memantau dinamika nasional,” kata Dave dalam keterangannya yang diterima redaksi, Jumat (7/8/2026)
Kemampuan membaca perkembangan situasi secara cepat dan tepat menjadi kunci agar setiap potensi gangguan dapat ditangani secara proporsional tanpa mengorbankan prinsip negara hukum dan demokrasi.
Di sisi lain, Dave menyoroti maraknya penyebaran rekaman video lama yang disajikan seolah kejadian baru. Hal ini dinilai berbahaya karena berpotensi menimbulkan keresahan dan menyesatkan publik.
“Kebebasan berekspresi tetap dihormati, namun tidak boleh digunakan untuk memanipulasi fakta atau menyebarkan informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Ia pun menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap perkembangan ruang digital. Komisi I DPR mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital bersama platform terkait untuk memperkuat penanganan disinformasi. Langkah ini harus disertai peningkatan literasi digital agar masyarakat terbiasa memverifikasi kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
“Ruang digital harus tetap menjadi ruang publik yang sehat, terpercaya, dan mendukung stabilitas serta kualitas demokrasi,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan situasi di Ibu Kota dan sejumlah wilayah tetap aman dan terkendali. Aktivitas di pusat perbelanjaan pun berjalan normal.
“Kondisi dalam negeri sangat mantap dan sepenuhnya berada dalam kendali kita,” ujar Djamari dalam jumpa pers, Rabu (5/8).












