Tanpa Tunggu Pejabat dan Anggota DPR, Masyarakat Mekarsari Bangun Jembatan Lewat Swadaya

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem, H. Arif Rahman, S.H., yang akrab disapa Orok Menes, berdiri di sana dengan pandangan penuh kekaguman

i

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem, H. Arif Rahman, S.H., yang akrab disapa Orok Menes, berdiri di sana dengan pandangan penuh kekaguman

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak — Berdiri di atas jembatan yang kokoh ini, hati tak bisa tak terharu. Inilah jembatan yang bukan berdiri karena kekuasaan pejabat, bukan karena anggaran negara, melainkan karena ketulusan, gotong royong, dan urunan seikhlasnya dari seluruh masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak.

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem, H. Arif Rahman, S.H., yang akrab disapa Orok Menes, berdiri di sana dengan pandangan penuh kekaguman. Ia tak menyembulkan namanya sebagai pembangun, justru ia menunjuk sosok di balik semua ini Kepala Desa Mekarsari, Pak Ade.

“Nah, ini kita berdiri di jembatan nih. Jembatan ini bukan karena saya, tapi ini hasil swadaya dari seluruh masyarakat Desa Mekarsari yang dikomandani oleh Pak Jaro Ade. Beliau adalah Kepala Desa yang luar biasa. Ini harus dicontoh oleh jaro-jaro yang lainnya,” ujar Orok Menes dengan suara penuh apresiasi kepada awak media saat peresmian jembatan tersebut di Mekarsari, Kamis (20/8/2026)

Di tengah keterpurukan ekonomi yang dirasakan banyak pihak, justru di Desa Mekarsari semangat tak pernah surut. Tak menunggu bantuan turun, tak menunggu janji tertulis warga bergerak sendiri. Iuran kolektif dikumpulkan, tenaga dikorbankan, hingga jembatan ini berdiri kokoh menghubungkan warga.

Bukan hanya jembatan. Beberapa jalan desa kini sedang diperbaiki juga dari hasil urunan tersebut. Bak air untuk kebutuhan warga dan masjid pun mulai dibangun. Semuanya lahir bukan karena pejabat, bukan karena anggota DPR, melainkan karena kepala desa yang peduli dan masyarakat yang bersatu.

“Di tengah keterpurukan ekonomi bangsa ini, beliau tetap mengusahakan bagaimana masyarakat bisa bergotong royong. Hasil iuran kolektif, dan inilah hasilnya. Ini luar biasa, harus diapresiasi. Makanya saya datang ke sini,” tutur Orok Menes.

Kehadiran Orok Menes bukan untuk memberi janji manis, melainkan untuk menghargai dan melanjutkan semangat warga. Ia berjanji akan membantu memaksimalkan potensi desa yang tanahnya subur dan sawahnya luas.

“Nantinya saya bisa membantu bagaimana pertanian yang luar biasa di sini  sawah maupun perkebunan bisa mendapatkan program irigasi pompa. Nanti kita bantu traktor. Juga mungkin bioflok untuk peternakan ikan,” janjinya.

Ia berharap semangat gotong royong yang sudah tumbuh kuat ini terus dijaga.

“Mudah-mudahan Kepala Desa juga gagah, warga tetap mau berkumpul, mau iuran, dan kita berikan fasilitas ke masyarakat. Supaya masyarakat bisa mengembangkan potensi pertanian yang ada di Desa Mekarsari. Semoga Mekarsari bisa menjadi percontohan pertanian dan perikanan di daerah Lebak. Dari Mekarsari, Lebak, untuk Indonesia!” harapnya dengan mata berkaca-kaca.

Jembatan ini bukan sekadar penghubung jalan ia menjadi bukti bahwa ketika rakyat bersatu, tak ada yang mustahil. Bantuan negara datang kemudian, tapi kekuatan rakyat selalu ada di awal.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH
Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029
Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor
Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan
Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik
Dr. Rieke Diah Pitaloka: Reforma Agraria Tak Boleh Jadi Obat Sementara
6 Bulan Tak Dibayar PertaMC, Karyawan Subkontraktor Mogok Kerja
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:30 WIB

Hadapi Kemarau, Arif Rahman Bantu Warga Baduy dengan Sembako dan 14 RTLH

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Sekjen Projo Tegaskan: Tak Pernah Deklarasi Poros Solo dan Koalisi Pilpres 2029

Selasa, 8 September 2026 - 15:34 WIB

Pramuka SMPN 192 Jakarta dan SMP Perguruan Rakyat 1 Gelar Perkemahan Gabungan di Raynia Camp Bogor

Selasa, 8 September 2026 - 12:14 WIB

Dewan Pendidikan Papua Tengah: Kunker Gubernur ke Dogiyai Bukti Keberpihakan pada Pendidikan

Senin, 7 September 2026 - 07:17 WIB

Hukum Laut Masih Minim Dipahami, Kabid Hankam PPBN Dorong Edukasi Publik

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Ditresnarkoba Polda PBD Gagalkan Peredaran Sabu Lintas Provinsi

Selasa, 8 Sep 2026 - 19:00 WIB