Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies,

i

Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies,

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Sejak awal pemerintahan Prabowo Subianto berkuasa, hubungan antara Prabowo dan pendahulunya, Joko Widodo, sempat terlihat harmonis. Namun seiring berjalannya waktu, jarak mulai tercipta. Satu per satu nama-nama yang dikenal sebagai orang kepercayaan Jokowi kini mulai tersingkir dari barisan kabinet.

Jerry Massie, Direktur Political and Public Policy Studies, menyoroti pola yang semakin jelas terlihat dalam reshuffle kabinet yang dilakukan Prabowo.

“Satu per satu orang-orang dekat Jokowi mulai disepak dan tersingkir dari kabinet Prabowo. Ini bukan kebetulan, ada pola yang sengaja dibangun,” ungkap Jerry Massie.

Tercatat, nama-nama yang telah dicopot antara lain Ketua Jokowi Mania sekaligus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Emmanuel Ebenhaezer, yang tersandung kasus korupsi. Belum lama berselang, Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi — orang kepercayaan Jokowi — juga dicopot dari jabatannya dalam reshuffle kabinet.

Tak hanya itu, nama kebanggaan Jokowi lainnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, turut tersingkir dari kabinet. Begitu pula Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, yang juga merupakan orang kepercayaan Jokowi, ikut tersingkir dalam gelombang pergantian ini.

Menurut Jerry, langkah ini sengaja dilakukan untuk menjaga kestabilan kabinet sekaligus mengantisipasi adanya “musuh dalam selimut”.

“Kalau mereka masih duduk di kabinet, bisa menjadi ancaman bagi Prabowo untuk maju di periode kedua. Orang-orang dekat Jokowi bisa menjadi penghambat kebijakan, bahkan berpotensi melakukan spionase politik untuk kepentingan Jokowi,” jelas Jerry.

Kekhawatiran utamanya, mereka bisa berbalik arah dan mendukung Gibran Rakabuming, putra Jokowi, dalam peta politik ke depan. Jerry memprediksi, kemungkinan besar nama-nama yang tersisa dan masih memiliki kedekatan khusus dengan Jokowi pun akan menyusul.

“Prabowo sedang membangun kendaraan politik yang utuh, mandiri, dan tidak terbelah loyalitas. Selama masih ada orang Jokowi di dalam kabinet, kebijakan akan sulit berjalan murni,” tutup Jerry.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah
Aktivis Buruh Desak RT/RW Kampung Batur Jaya Dicopot, Carlianto Soroti Keberpihakan kepada Pengusahan
Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi
Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana
Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya
Didampingi Camel Petir, Anggota DPR RI Tommy Kurniawan Ikut Berbagi Bersama Tim PJBW di Raden Saleh Jakarta Pusat
DPD GMPK DKI Bagikan 10.000 Masker dan 700 Nasi Kotak
Jerry Massie: Hukum Tak Boleh Tunduk pada Siapapun, Jokowi Wajib Hadir di Persidangan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:03 WIB

Mulyani, Budi Arie, Dito, Gelombang Penyingkiran Orang Jokowi di Kabinet

Senin, 14 September 2026 - 22:30 WIB

H. Moch Soleh Silaturahmi ke Kediaman Joko Widodo di Surakarta, Ajak Masyarakat Bersatu Dukung Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 10:16 WIB

Marwan Jafar: Pemegang Polis Asuransi Harus Terjamin dan Terlindungi

Minggu, 13 September 2026 - 22:25 WIB

Tarian Bogor Istimewa Tampil di Istana Negara Dalam Acara Kawal Istana

Sabtu, 12 September 2026 - 15:19 WIB

Tiang Telepon di Batur Jaya Dipertanyakan, Rohim Desak APH Investigasi Program dan Perizinannya

Berita Terbaru