Camellia Panduwinata Lubis: Apresiasi Langkah Pembenahan Polri, Semakin Dekat dan Berkeadilan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camellia Panduwinata

i

Camellia Panduwinata

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Camellia Panduwinata Lubis, Sekretaris Jenderal Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), menyampaikan apresiasi kepada Kapolri atas berbagai upaya pembenahan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Langkah ini diharapkan menjadi momentum nyata untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kapolri. Bravo untuk Polri. Semoga momentum ini menjadi titik penguatan komitmen Polri untuk semakin dekat dengan rakyat, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sesungguhnya,” ujar Camellia Panduwinata Lubis.

Camellia menegaskan dukungannya terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong perbaikan dan pembenahan institusi Polri. Menurutnya, Polri yang kuat bukan hanya diukur dari kewenangan dan ketegasan dalam menjalankan tugas, tetapi juga dari kemampuan memberikan pelayanan yang humanis, merespons pengaduan masyarakat, serta menjamin kepastian hukum tanpa diskriminasi.

“Sebagai masyarakat, kita tentu mendukung upaya Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk terus memperbaiki Polri. Harapan kita sederhana, tetapi sangat mendasar: masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik, laporan ditindaklanjuti secara profesional, dan setiap orang memperoleh perlakuan yang adil di hadapan hukum,” tegasnya.

Berharap Laporan Informasi terhadap PT LMA Mendapatkan Kepastian Hukum

Di tengah apresiasi terhadap pembenahan Polri, Camellia juga menyampaikan persoalan yang dialaminya. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, laporan informasi yang disampaikannya terkait PT LMA belum mendapatkan kejelasan sebagaimana yang diharapkan. Camellia berharap Kapolri dapat memberikan perhatian agar laporan tersebut ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Sebagai warga negara, saya juga memiliki laporan informasi terkait PT LMA yang hingga hari ini belum memperoleh kejelasan yang saya harapkan. Saya berharap Bapak Kapolri dapat mendorong agar laporan tersebut ditangani secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai prosedur. Saya hanya ingin mendapatkan kejelasan, kepastian hukum, dan keadilan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi ini bukan dimaksudkan untuk menghakimi pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk harapan agar mekanisme penegakan hukum dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang mencari keadilan.

Menurut Camellia, kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin kuat apabila setiap laporan masyarakat memperoleh penanganan yang jelas, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila terdapat kendala dalam proses penanganan, masyarakat juga berhak memperoleh informasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Polri Harus Hadir sebagai Pelindung dan Pengayom Masyarakat

Camellia berharap Kapolri beserta seluruh jajaran mampu menjadikan aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Harapan saya, Polri ke depan benar-benar hadir untuk seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai masyarakat merasa sendirian ketika mencari keadilan. Ketika masyarakat menyampaikan laporan, berikanlah penanganan yang profesional dan kejelasan sesuai aturan. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin tumbuh,” tutup Camellia.

Baginya, reformasi Polri bukan semata-mata tentang perubahan kebijakan atau kelembagaan, melainkan tentang bagaimana masyarakat merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan kepastian hukum.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden dan Pejabat Dinilai Ancaman Serius bagi HAM dan Demokrasi
Politisi PKB Mulyadi Tampung Aspirasi Pengusaha Nahdiyin, Dorong Kemudahan Perizinan dan Masuknya Investor ke Pandeglang
Revitriyoso Husodo: Jangan Biarkan Prabowo Sendirian, Suara Rakyat Harus Didengar dan Proses Hukum Dihormati
Camellia Panduwinata Lubis: Hukum Harus Tegas, Bukan Sewenang-wenang
Diduga Gelapkan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI di Eropa Dipolisikan
Jerry Massie: Ijazah Prabowo Sah, Kasus Suket Gibran Tak Berlaku untuk Presiden
Aznil Tan: Program POLIRAN Jadikan Pengangguran Ancaman Keamanan, Langkah Keliru dan Berbahaya
David Pajung Tolak Wacana Angket Ijazah Gibran: Hasil Pemilihan Langsung Tak Bisa Dibajak DPR
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:37 WIB

Camellia Panduwinata Lubis: Apresiasi Langkah Pembenahan Polri, Semakin Dekat dan Berkeadilan

Kamis, 5 November 2026 - 15:11 WIB

Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden dan Pejabat Dinilai Ancaman Serius bagi HAM dan Demokrasi

Rabu, 4 November 2026 - 10:04 WIB

Politisi PKB Mulyadi Tampung Aspirasi Pengusaha Nahdiyin, Dorong Kemudahan Perizinan dan Masuknya Investor ke Pandeglang

Selasa, 3 November 2026 - 16:32 WIB

Revitriyoso Husodo: Jangan Biarkan Prabowo Sendirian, Suara Rakyat Harus Didengar dan Proses Hukum Dihormati

Senin, 2 November 2026 - 23:41 WIB

Diduga Gelapkan 17 Sertifikat Tanah, Calon Dubes RI di Eropa Dipolisikan

Berita Terbaru