Terasmedia.co Lebak – Sebanyak 381 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Warunggunung melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai tindak lanjut kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait perubahan sistem evaluasi pendidikan. Seperti diketahui, Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya menjadi standar kelulusan kini telah digantikan oleh TKA.
Pelaksanaan TKA di SMP Negeri 1 Warunggunung bertujuan mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif. Kegiatan ini dibagi dalam dua gelombang, masing-masing terdiri dari tiga sesi. Gelombang pertama berlangsung pada Senin–Selasa, 6–7 April 2026, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada Rabu–Kamis, 8–9 April 2026. Seluruh proses diawasi oleh pengawas, teknisi, dan proktor guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar serta sesuai prosedur.
Kepala SMP Negeri 1 Warunggunung, H. Iyos, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa TKA merupakan asesmen pengganti UN yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih menyeluruh, sekaligus menguji kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep dalam berbagai mata pelajaran.
“TKA tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga mencakup kemampuan verbal, numerik, logika, hingga pemahaman visual atau spasial,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, TKA juga menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), seperti analisis dan pemecahan masalah.
“Hasil TKA nantinya akan digunakan sebagai salah satu komponen penilaian dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), serta dapat menjadi indikator dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Iyos menyampaikan bahwa TKA untuk jenjang SMP mulai diterapkan sejak Maret 2026 dan diselenggarakan oleh pemerintah provinsi, dengan materi yang merupakan kombinasi antara standar pusat dan daerah.
“Adapun mata pelajaran yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, di mana gelombang pertama mengujikan Matematika dan gelombang kedua Bahasa Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Welly












