381 Siswa Kelas IX SMPN 1 Warunggunung Ikuti TKA, Pengganti Ujian Nasional

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Sebanyak 381 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Warunggunung melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai tindak lanjut kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait perubahan sistem evaluasi pendidikan. Seperti diketahui, Ujian Nasional (UN) yang sebelumnya menjadi standar kelulusan kini telah digantikan oleh TKA.

Pelaksanaan TKA di SMP Negeri 1 Warunggunung bertujuan mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif. Kegiatan ini dibagi dalam dua gelombang, masing-masing terdiri dari tiga sesi. Gelombang pertama berlangsung pada Senin–Selasa, 6–7 April 2026, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada Rabu–Kamis, 8–9 April 2026. Seluruh proses diawasi oleh pengawas, teknisi, dan proktor guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar serta sesuai prosedur.

Kepala SMP Negeri 1 Warunggunung, H. Iyos, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa TKA merupakan asesmen pengganti UN yang dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara lebih menyeluruh, sekaligus menguji kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep dalam berbagai mata pelajaran.

“TKA tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga mencakup kemampuan verbal, numerik, logika, hingga pemahaman visual atau spasial,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, TKA juga menekankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS), seperti analisis dan pemecahan masalah.

“Hasil TKA nantinya akan digunakan sebagai salah satu komponen penilaian dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), serta dapat menjadi indikator dalam seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur prestasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Iyos menyampaikan bahwa TKA untuk jenjang SMP mulai diterapkan sejak Maret 2026 dan diselenggarakan oleh pemerintah provinsi, dengan materi yang merupakan kombinasi antara standar pusat dan daerah.

“Adapun mata pelajaran yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, di mana gelombang pertama mengujikan Matematika dan gelombang kedua Bahasa Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Welly

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030
KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan
Sebut Rumah Sebagai Sekolah Pertama, Ini Pesan Sekkel Pakuhaji di Acara Kelulusan SDN 5
Yayasan Al Amanah Gelar Pelepasan Siswa, Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkelanjutan
Ini Pesan Kepsek SMK PGRI Rangkasbitung Buat 166 Peserta Didik yang Lulus di Tahun Ajaran 2025 – 2026
SMPN 2 Rangkasbitung Kirim Delapan Atlit Siswa Terbaik Ikuti POPDA Provinsi Banten Tahun 2026 : Ini Pesen Kepseknya
Ini Enam Pesan Kepala SMKN 2 Rangkasbitung bagi 452 Peserta Didik yang Lulus Tahun 2026
Siswa SMAN 2 Maja Borong Dua Emas dan Satu Perunggu di Ajang O2SN Kabupaten Lebak 2026
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 12:13 WIB

Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:31 WIB

KPK Acungi Jempol SPMB Banten, Praktik “Titip Bangku” Berhasil Ditekan

Senin, 22 Juni 2026 - 21:19 WIB

Sebut Rumah Sebagai Sekolah Pertama, Ini Pesan Sekkel Pakuhaji di Acara Kelulusan SDN 5

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:39 WIB

Yayasan Al Amanah Gelar Pelepasan Siswa, Tekankan Pentingnya Pendidikan Berkelanjutan

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:26 WIB

Ini Pesan Kepsek SMK PGRI Rangkasbitung Buat 166 Peserta Didik yang Lulus di Tahun Ajaran 2025 – 2026

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB