Smata Institute Bedah Buku “Paradoks Desentralisasi”

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lombok Utara – Smata Institute merupakan lembaga riset yang berfokus pada kajian sosial politik dan kebijakan publik yang telah sukses menyelenggarakan diskusi dan bedah buku bertajuk “Paradoks Desentralisasi” Penguatan Demokrasi atau Pemerataan Korupsi karya akademisi dan peneliti, Dr. Iwan Tanjung Sutarna.

Bertempat di Kantor Smata Institute yang berlokasi di Kecamatan Tanjung  Kabupaten Lombok Utara. Acara ini membedah secara tajam tegangan teoretis Desentralisasi yang melahirkan raja-raja kecil dan struktur kekuasaan yang eksploitatif.

Dalam pengantarnya Dr. Iwan Tanjung Sutarna memaparkan argumentasi fundamental yang melatari lahirnya buku ini. Ia menyoroti adanya tegangan teoretis antara janji manis desentralisasi sebagai obat mujarab korupsi dengan realitas sosiologis di lapangan.
“Kita terjebak dalam apa yang disebut Fred W. Riggs sebagai Formalisme. Praktik politik administrasi dan kebijakan publik dijalankan oleh birokrasi yang berwajah ganda. Tuturnya

Tampak modern secara formal, namun di dalamnya masih bersenggama dengan nilai-nilai patrimonialisme. Akibatnya, desentralisasi bukan mendekatkan pelayanan kepada rakyat, melainkan mendekatkan akses jarahan kepada para aktor berwajah predatoris,” tegas Dr. Iwan.

Hadir juga sebagai pembedah utama Dwie Arie Santo direktur SOMASI NTB, mengupas buku tersebut dari perspektif gerakan masyarakat sipil. Ia menggaris bawahi bahwa buku ini bisa menjadi instrumen bagi aktivis anti-korupsi untuk memahami peta kekuatan lokal.

Menurutnya, perlawanan terhadap korupsi di aras lokal terutama yang telah sistemik tidak hanya mengandalkan prosedur hukum, melainkan harus dipadukan melalui penguatan basis massa dalam menjalankan fungsi check and balances. “Buku ini memberikan landasan teoretis bagi kita untuk mendorong apa yang disebut Michael Johnston sebagai Deep Democratization. Perlawanan terhadap korupsi lokal hanya akan efektif jika warga negara memiliki literasi yang kuat, berani berargumentasi, dan mampu melakukan audit sosial terhadap kekuasaan,” ujar Dwie Arie Santo.

Acara yang berlangsung sangat dinamis ini dipandu langsung oleh M. Tamrin, Direktur Smata Institute sekaligus moderator.

Diskusi menjadi semakin hidup dengan kehadiran peserta lintas sektoral mulai dari kalangan akademisi, aktivis organisasi non-pemerintah, tokoh muda, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). Berbagai pernyataan konstruktif muncul selama sesi tanya jawab, terutama mengenai bagaimana memutus rantai formalisme birokrasi yang sering kali hanya menjadi topeng bagi praktik penyalahgunaan wewenang.

M. Tamrin menutup diskusi dengan menegaskan komitmen Smata Institute untuk terus menghidupkan ruang-ruang dialektika seperti ini. “Bedah buku ini adalah langkah awal untuk mendorong resonansi gerakan rakyat yang berbasis pada data dan literasi pengetahuan. Smata Institute akan terus menjadi wadah bagi kajian kebijakan publik yang kritis dan berdampak,” tutupnya

Penulis : Nanang Noise

Editor : Muhamad Kusumayadi

Sumber Berita: Smata Institute file

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Sensus Ekonomi 2026, Kunci Wujudkan UMKM Berkelanjutan di Lombok Utara
Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Kepung Permukiman, Puskesmas Sukadiri Gerak Cepat Bagikan Masker dan Siapkan Posko Kesehatan
Suara dari Legok: Solidaritas Publik Menguat Demi Keadilan Ruang Hidup Warga Rancagong
Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang
Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030
JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak
Penemuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Sindang Jaya
Aliansi Mahasiswa Desak Pemkab Serang Audit Kepatuhan Izin Kandang Ayam di Ciomas
Berita ini 35 kali dibaca
Berlokasi di Kantor Smata Institute acara bedah buku dilaksanakan secara sederhana dan penuh diskusi

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Kunci Wujudkan UMKM Berkelanjutan di Lombok Utara

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:04 WIB

Suara dari Legok: Solidaritas Publik Menguat Demi Keadilan Ruang Hidup Warga Rancagong

Senin, 29 Juni 2026 - 23:16 WIB

Jejak Dana BOP Ditelusuri, Kejari Geledah PKBM di Kosambi Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 - 12:13 WIB

Miliki Jiwa Leadership Yang Mumpuni : Dini Hipdiani Kembali Dipercaya Pimpin SMK PGRI Rangkasbitung Priode 2026 – 2030

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:12 WIB

JAN Banten Soroti Maraknya Open BO di Lebak, Minta APH Bertindak

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB