Jangan di Skip, Tiga Trik Jadi Caleg Anti Money Politic Ala Camellia Panduwinata

Teras Media

- Penulis

Rabu, 16 Agustus 2023 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Caleg DPR RI, Camellia Panduwinata, Rabu (16/8/2023)

i

Keterangan foto : Caleg DPR RI, Camellia Panduwinata, Rabu (16/8/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bogor – Camellia Panduwinata atau yang lebih dikenal dengan Teh Camel memang sudah 5 tahun terakhir berkecimpung di dunia politik. Karir Teh Camel di kancah politik Indonesia dapat dibilang cukup sukses. Apalagi kini Teh Camel juga tengah mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI Dapil III Jabar dari Partai PKB.

Saat sesi wawancara di tengah kesibukannya Senin (14/08/2023) lalu, Teh Camel membagikan sedikit kiat anti money politic. Menurut Teh Camel dirinya tidak memiliki trik atau standar khusus. Teh Camel pun membagikan beberapa hal yang dilakukannya untuk menghindari money politic selama berkecimpung di dunia politik.

“Tak ada standard khusus. Gak ada template juga. Tapi nyaleg gak cuma sekedar tentang dana sih. Kalo mau dijelasin juga rumit tapi kalo dirangkum semua ada beberapa poin yang bisa dibilang garis besarnya lah,” Ucap Teh Camel.

Berikut 3 Trik Jadi Caleg Anti Money Politic Ala Camellia Panduwinata :

1. Integritas si Caleg

Integritas adalah salah satu modal sosial yang harus dimiliki seorang Caleg. Jadi bukan hanya berdasar pada banyaknya uang yang keluar.

“Mereka yang modal sosialnya kecil, tak dikenali di Dapilnya, cuma turun di daerah itu saat mau ada pemilu aja, ketokohannya di tempat itu tak ada jejaknya (belum diakui sebagai tokoh oleh pemilih), tidak ada track record berbuat banyak untuk orang banyak (yang diakui/dirasakan di mana saja dan terutama di Dapilnya), tentu saja berat. Apalagi yang turun ke pemilihnya instant. mepet ke Pemilu. Pasti jadi merasa harus pake cara instant semacam bagi-bagi uang atau barang mahal,” Jelas Teh Camel.

2. Kinerja Caleg

Seberapa mikro, intens, massif, tertata, terukur, termonitor kerja elektoral yang sifatnya non-money politic bagi caleg. Semakin mikro, intens, massif, tertata, terukur, dan termonitor kerja elektoralnya, semakin rendah kebutuhan untuk money politic.

“Banyak Caleg gagal bukan karena uangnya kurang, tapi karena kerjanya gak mikro (kurang turun sampe ke bawah), kurang intens (males dan alakadarnya), kurang massif, kurang tertata-terukur-termonitor (misalnya gak pake zona prioritas kerja padahal Dapilnya gede banget). Banyak banget Caleg keluar uang banyak tapi gagal,” Ungkap Teh Camel.

3. Dukungan Partai

Seberapa besar dan adil dukungan dari partai juga berpengaruh. Bukan dukungan logistik, tapi juga berbentuk keputusan pimpinan tentang pencalegan yang rasional dan adil, sistem tandem yang dikendalikan dan dikelola secara baik lewat aturan partai, sistem monotoring dan evaluasi yang layak yang dimiliki partai, disediakannya berbagai perangkat lunak (software) digital oleh partai untuk mengefisienkan kerja Caleg.

“Kalo sistem dukungan partai ini gak ada, wajar jika caleg-calegnya harus keluar dana besar, terjebak bermain money politics dan akhirnya tak efektif. Sekadar contoh, Kalo partai atur sisten tandem yang adil dan bagus, yang membuat secara internal ada kompetisi sekaligus ada kokaborasi, maka para Calegnya akan terbantu lebih mengefisienkan kerja pemenangan. Tandem yang memberatkan, cuma jadi beban dan fungsinya terbatas, terjadi karena gak ada aturan, gak ada sistem,” Pungkas Teh Camel.

Teh Camel juga menambahkan bahwa satu partai akan bisa meraih kursi di satu Dapil karena gabungan suara yang diraih masing-masing calegnya dan suara pencoblos partai (tanda gambarnya) cukup besar.

“Jadi Caleg bisa meraih kursi di satu Dapil umumnya, hampir semuanya, karena sejumlah ia gak sendirian. Partainya dipilih cukup signifikan pemilih. Begiru juga caleg – caleg lainnya di partai yang bersangkutan, yakni dapateraih suara signifikan,” Imbuh Teh Camel.

Tak dapat dipungkiri, Teh Camel juga mengakui jika faktor finansial juga memegang peranan yang cukup penting.

“Di luar ketiga faktor itu, besaran uang juga memainkan peranan. Jika ketiga faktor tadi besar, tak perlu uang sangat besar, apalagi sampe Rp 40M, untuk bisa memenangkan kursi DPR RI,” Jelas Teh Camel.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jerry Massie: Menpar Widiyanti Tak Kuasai Materi, Harus Segera Dicopot
Revitriyoso Husodo Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Subsidi BBM
Tanggapi Isu Kekacauan, Ketum Projo: Rakyat Cerdas, Tak Mudah Diadu Domba
Waketum PKB Rano Alfath Condong ke Nawawi, Akankah Kembali Pimpin DPC Pandeglang?
Perang Iran dan Ilusi Kemenangan di Era Global
Kronologi Lengkap: Dari Musibah Ambruk Hingga Dugaan Perampasan Hak
Dari 4 ke 7 Kursi, PKB Lebak Tancap Gas di Muscab 2026
David Pajung: Ajakan Syaiful Muzani Menjatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:34 WIB

Jerry Massie: Menpar Widiyanti Tak Kuasai Materi, Harus Segera Dicopot

Kamis, 9 April 2026 - 10:51 WIB

Revitriyoso Husodo Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Subsidi BBM

Rabu, 8 April 2026 - 20:51 WIB

Tanggapi Isu Kekacauan, Ketum Projo: Rakyat Cerdas, Tak Mudah Diadu Domba

Selasa, 7 April 2026 - 23:43 WIB

Waketum PKB Rano Alfath Condong ke Nawawi, Akankah Kembali Pimpin DPC Pandeglang?

Selasa, 7 April 2026 - 19:37 WIB

Perang Iran dan Ilusi Kemenangan di Era Global

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir menggunakan baju hitam, Selasa (11/9/2023)

Hukum dan Kriminal

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:49 WIB