Tidak Percaya Terhadap Kader Sendiri, Baliho Mad Romli Tanpa Logo Golkar

Teras Media

- Penulis

Senin, 22 Juli 2024 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Tanggerang – Prediksi para pengamat calon bupati Mad Romli yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang, tidak akan diusung Partai Golkar mendekati kenyataan.

Hal tersebut terbukti dengan beredar luasnya baliho atau baner, sepasang bakal calon Bupati Mad Romli dan bakal calon Wakil Bupati Tangerang Irvansyah Asmat, tidak mencantumkan logo partai politik berlambang pohon beringin ini, melainkan hanya PDIP dan PPP.

Pengamat menilai, Mad Romli marah dan putus asa untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar.

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengatakan, baliho atau banner politik merupakan sebuah komunikasi politik atau pesan politik, yang akan disampaikan pemilik baner atau figur politik kepada masyarakat. Mulai dari visi, misi dan identitas diri secara singkat.

“Pertama komunikasi lewat baliho itu kan komunikasi politik, pesan politik yang berisikan jelas tentang figur, visi dan misi serta sebagainya jadi pesan. Itu harusnya pasti disengaja dan memang memberikan sebuah tujuan,” kata Adib Miftahul kepada awak media, Sabtu (20/07/2024).

Lanjut Adib, saat ini muncul dan beredar luas baner atau baliho pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Romli dan Irvansyah.

Namun, dalam baliho atau baner tersebut tidak dicantumkan Partai Golkar. Yang notabenenya partai politik tersebut, merupakan partai dimana Mad Romli bernaung saat ini sebagai Ketua DPD Kabupaten Tangerang.

Tetapi, dalam baliho atau baner tersebut yang dicantumkan hanyalah logo partai PDIP dan PPP saja.

Maka dari itu, Adib menilai Mad Romli terkesan telah putus asa mengharapkan rekomendasi dari partai politik Golkar, yang tidak kunjung dikeluarkan untuk dirinya.

“Kalau baliho-baliho itu tidak berisikan Partai Golkar. Mungkin Mad Romli telah putus asa mendapat rekom Golkar, karena memang sampai hari ini Golkar sendiri tidak kunjung memberikan rekomendasi mutlak di Pilkada Kabupaten Tangerang,” katanya.

Adib juga menilai, tanpa adanya logo Partai Golkar dalam baner atau baliho dirinya. Menunjukan, rasa kemarahan Mad Romli sendiri terhadap Golkar, yang merupakan partai yang dia pimpin di Kabupaten Tangerang selama ini.

Rekomendasi itu tak kunjung diberikan kepadanya. Ditambah lagi, pada Sabtu (6/4/2024) lalu. DPP Golkar tidak hanya memberikan surat tugas kepada Mad Romli seorang, tetapi kepada dua kandidat lainnya, yaitu Maesyal Rasyid dan Intan Nurul Hikmah.

Ini juga bisa jadi bentuk kemarahan Mad Romli kepada Partai Golkar. Kenapa bisa saya katakan demikian, karena dia Ketua DPD Golkar Kabupaten Tangerang, tetapi rekomendasi tak kujung diberikan. Bahkan, dalam surat tugas dirinya Mad Romli bukanlah kandidat satu-satunya yang diusulkan DPP Golkar. Saya kira wajar-wajar saja kalau dia marah begitu, seperti kira-kira yang tergambar dalam baliho itu, ” tukasnya.

Adib juga menilai, banner Mad Romli yang saat ini tidak menampilkan logo Partai Golkar. Dikarenakan, bakal calon Bupati Tangerang Mad Romli itu, kini sudah tidak memerlukan Partai Golkar lagi. Karena merasa percaya diri akan mendapatkan tiket atau rekomendasi dari PDIP dan PPP.

” Atau yang terakhir, mungkin Mad Romli merasa bahwa dirinya sudah tidak perlu lagi untuk mendapat rekom atau tiket dari Partai Politik Golkar. Karena merasa percaya diri telah mendapat tiket dari PDIP dan PPP untuk mendaftar ke KPU dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Tangerang 2024 mendatang, ” tutup Adib. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jerry Massie: Menpar Widiyanti Tak Kuasai Materi, Harus Segera Dicopot
Revitriyoso Husodo Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Subsidi BBM
Tanggapi Isu Kekacauan, Ketum Projo: Rakyat Cerdas, Tak Mudah Diadu Domba
Waketum PKB Rano Alfath Condong ke Nawawi, Akankah Kembali Pimpin DPC Pandeglang?
Perang Iran dan Ilusi Kemenangan di Era Global
Kronologi Lengkap: Dari Musibah Ambruk Hingga Dugaan Perampasan Hak
Dari 4 ke 7 Kursi, PKB Lebak Tancap Gas di Muscab 2026
David Pajung: Ajakan Syaiful Muzani Menjatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:34 WIB

Jerry Massie: Menpar Widiyanti Tak Kuasai Materi, Harus Segera Dicopot

Kamis, 9 April 2026 - 10:51 WIB

Revitriyoso Husodo Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Subsidi BBM

Rabu, 8 April 2026 - 20:51 WIB

Tanggapi Isu Kekacauan, Ketum Projo: Rakyat Cerdas, Tak Mudah Diadu Domba

Selasa, 7 April 2026 - 23:43 WIB

Waketum PKB Rano Alfath Condong ke Nawawi, Akankah Kembali Pimpin DPC Pandeglang?

Selasa, 7 April 2026 - 19:37 WIB

Perang Iran dan Ilusi Kemenangan di Era Global

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB