Terasmedia.co Jakarta – Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti kondisi ekonomi dan dinamika politik nasional dalam pernyataannya di kanal YouTube resminya pada Selasa (16/7). Ia menilai bahwa stabilitas ekonomi Indonesia dapat terganggu bila capaian makroekonomi tidak segera diterjemahkan dalam bentuk kebijakan nyata oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pada akhirnya, ekonomi akan menjadi faktor instabilitas bila seluruh capaian makro gagal diperlihatkan dalam bentuk kebijakan,” ujar Rocky.
Ia mengungkapkan bahwa opini media internasional serta lembaga-lembaga dunia, khususnya dari Australia dan Amerika Serikat, mulai memberi tekanan kepada Presiden Prabowo untuk melakukan reshuffle kabinet. Menurut Rocky, sinyal ini merupakan indikator bahwa ada kekhawatiran terhadap arah stabilitas ekonomi Indonesia yang juga berdampak pada kestabilan politik nasional.
Rocky menduga bahwa Presiden Prabowo sedang mencari momentum yang tepat untuk melakukan perombakan kabinet. “Saya meyakini Presiden Prabowo sedang mencari momentum. Dengan alasan apapun, prosesnya sudah sedang berlangsung,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa publik internasional ingin melihat sejauh mana Indonesia mampu mengelola ekonominya secara proporsional dan tidak semata-mata secara politis. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan investor asing terhadap iklim investasi di Tanah Air.
“Pertanyaannya sekarang, apakah presiden menunggu semacam sinyal dari masyarakat sipil? Bagaimana presiden menilai isu-isu yang berkembang seperti isu pemakzulan Gibran atau polemik ijazah presiden? Apakah Prabowo sedang mencari bukti otentik agar ia tidak lagi berada dalam bayang-bayang Jokowi?” tutur Rocky menutup analisisnya.
Pernyataan Rocky tersebut menambah dinamika wacana politik nasional, terlebih di tengah desakan agar pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap kinerja menteri dan menyusun ulang strategi ekonomi jangka pendek maupun panjang.


