Pengamat Politik Soroti Isu Munaslub Golkar: Ketidakpuasan Internal dan Tekanan Publik

Pengamat Politik Soroti Isu Munaslub Golkar: Ketidakpuasan Internal dan Tekanan Publik
Foto (Red).
Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pengamat politik Agus Partono menilai, munculnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dipicu oleh ketidakpuasan di tubuh internal partai. Menurutnya, isu itu tidak akan berkembang apabila seluruh pengurus puas terhadap kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan semua faksi terakomodasi.

“Kalau semua pihak di internal merasa puas, tidak akan ada isu Munaslub. Artinya, ada faksi yang merasa kepentingannya belum terakomodasi,” ujar Agus 5 Agustus 2025.

Agus menambahkan, dorongan untuk mengganti Bahlil bukan hanya datang dari internal partai, tetapi juga dari masyarakat. Sejumlah kebijakan yang dinilai menyengsarakan rakyat disebut telah memicu kekecewaan publik.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat sudah membuka mata dan telinga. Kalau Golkar tidak ingin terjun bebas, harus mau mendengar keluh kesah rakyat. Bukankah suara Golkar seharusnya suara rakyat? Kalau rakyat menilai buruk, itu bagian dari demokrasi,” tegasnya.

Meski demikian, beberapa tokoh Golkar menepis isu tersebut dan menyalahkan kelompok yang dianggap tidak menyukai Golkar.

Agus menilai, jika ada pihak yang mengetahui secara detail dinamika internal partai, kemungkinan besar mereka adalah orang dalam.

“Yang tahu dapur Golkar pasti orang Golkar sendiri, tidak mungkin orang luar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti proses terpilihnya Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar, yang dinilai tidak melalui mekanisme Musyawarah Nasional sesuai jadwal. Bahlil menggantikan Airlangga Hartarto, dan diduga ada peran penguasa dalam proses tersebut.

“Dalam pidato pertamanya, Bahlil pernah mengatakan bahwa Ketua Umum Golkar harus dekat dengan penguasa. Ia juga sempat menyebut  ‘raja Jawa’,” kata Agus.

Pos terkait