ETOS Sebut Pengumuman Hasil Pilpres Jangan Dilakukan Seperti Sebelumnya, Ini Bahayanya

Teras Media

- Penulis

Selasa, 19 Maret 2024 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Direktur Eksekutif ETOS Institute, Inskadarsyah, Minggu (18/6/2023)

i

Keterangan foto : Direktur Eksekutif ETOS Institute, Inskadarsyah, Minggu (18/6/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute yang juga pengamat politik Iskandarsyah menanggapi perihal persiapan pengumuman hasil rekapitulasi Pilpres yang akan dilaksanakan pada Rabu 20 Maret 2024 besok. Menurut Iskandar pengumuman harus dilakukan sesuai mekanisme yang baik dan benar.

“jangan pagi-pagi buta seperti tahun-tahun sebelumnya, ini sangat riskan dan rawan konflik, “kata Iskandar kepada awak media di Kejagung RI, Selasa (19/3/2024)

Dikatakan Iskandar, pengumuman itu pun harus ada pertanggung jawabkan nanti. Kata Iskandar, walaupun kelak nantinya ada gugatan ke MK dan lain-lain, karena itu mekanisme nya.

“Jangan benturkan lagi rakyat dengan rakyat, ” jelas Iskandar.

Iskandar menyebut, Konflik itu biar aja diatas, khan elit secara ekonomi bagus semua, konflik pun tak masalah. Mereka tetap makan berkecukupan, anak-anaknya tetap sekolah di sekolah-sekolah bagus, tapi kalau rakyat kan tidak,” sebut Iskandar.

“Maksudnya bentur rakyat dengan rakyat?, pertama adalah keamanan, anggota Polri kan juga rakyat, dibenturkan dengan rakyat yang memprotes hasilnya. Itu yang harus kita hindari, sudah cukup rakyat jadi objek penderita kaum atas kata Iskandar lagi, ” tutur Iskandar.

Iskandar menjelaskan, apabila KPU mau laksanakan pengumuman ini dengan benar ya monggo lakukan saja. Kata Iskandar, dengan waktu yang tepat, supaya rakyat tetap menerima dengan baik.

“Untuk rakyat lihat saja, tak perlu turun-turun ke jalan, ada mekanisme disitu yang kita lihat saja, karena pemainnya ya elit diatas, jadi tak perlu buang-buang energi membela etit yang belum tentu membela rakyat, ada saatnya nanti rakyat akan bergerak kok, tanpa dikomandoi, tanpa di organisir, semua bergerak dengan cara Allah, percaya lah itu, ” tutup Iskandar menutup wawancara nya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Krisis Berulang, Buruh Terus Menanggung Beban
Menata Ulang Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial
Buruh Tidak Memakai Dolar, Tetapi Menanggung Seluruh Dampaknya
Jadi Pemilik Sekaligus Regulator, Achmad Ismail Soroti Dilema Negara di GoTo
Kritik atas Postingan Kemnaker tentang Geser Hari Libur dan Upah Lembur
Di Balik Klaim PHK Rendah Kemnaker: Ilusi Data di Tengah Krisis Ketenagakerjaan
Penguatan Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial
Putusan Inkrah Diabaikan, Negara Di Mana?
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:35 WIB

Krisis Berulang, Buruh Terus Menanggung Beban

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:32 WIB

Menata Ulang Mediasi Perselisihan Hubungan Industrial

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:40 WIB

Buruh Tidak Memakai Dolar, Tetapi Menanggung Seluruh Dampaknya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:37 WIB

Jadi Pemilik Sekaligus Regulator, Achmad Ismail Soroti Dilema Negara di GoTo

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:40 WIB

Kritik atas Postingan Kemnaker tentang Geser Hari Libur dan Upah Lembur

Berita Terbaru

Keterangan foto : Gedung KPK, Jumat (14/4/2023)

Hukum dan Kriminal

KPK Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi APBD DPRD Kabupaten Tangerang

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:43 WIB