Bener Gak Sih …! PIK 2 Bebaskan Lahan Sembunyi- sembunyi, Warga Mengeluh Belum Dibayar Sudah Diurug

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 24 Juli 2024 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Tanggerang – Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu mengkritik pembebasan lahan dalam pengembangan kawasan mega Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK 2).

Pola pembebasan lahan proyek di sepanjang pantai utara Tangerang itu dikritik Said Didu karena dinilai dilakukan secara sporadis dan sembunyi-sembunyi.

“Menggunakan preman-preman kampung, berlangsung sembunyi-sembunyi selama dua hingga tiga tahun terakhir, secara sporadis tidak di satu hamparan,” kata Said Didu dikutif dari tempo Selasa, 7 Mei 2024.

Lebih lanjut Said mengaku belum melihat langsung site plan pengembangan PIK 2. Meski begitu, ia mendengar mega proyek ini akan membentang di sepanjang lebih kurang 20 kilometer hingga Kronjo. “Saya dengar PIK 9 itu di Kronjo,” ujarnya.

Pola pembebasan lahan yang acak itu, kata dia, membuat masyarakat merasa ketakutan sewaktu-waktu tanahnya dibeli paksa. “Jadi tidak langsung pengembang terkait, melainkan dibeli melalui oknum dengan preman-preman yang membujuk masyarakat, dengan harga rendah. Saya dengar Rp 50 ribu per meter,” kata Said.

Ia menduga dalam pembebasan lahan ini, ada keterlibatan aparat dari tingkat desa, kecamatan hingga Badan Pertanahan Nasional dan pemerintah kabupaten.

“Bukan tidak mungkin suatu hari ada warga sedang tidur siang, ketika begitu bangun tiba-tiba tanahnya sudah ganti kepemilikan dan tercatat di BPN sudah berganti nama. Ini harus dibongkar,” ucapnya.

Lebih jauh, Said mengaku berani bersuara saat ini lantaran dia memiliki pengalaman soal tanah miliknya yang dibelinya dari masyarakat 20 tahun lalu.

Di luar pengalaman itu, kata dia, banyak warga yang cerita ke dirinya tapi tidak berani bersuara.

Dari cerita yang didengarnya, kata Said, pengembang kecil membeli tanah warga dengan harga Rp 200 hingga 300 ribu per meter persegi. Namun harga terjun bebas manakala dibeli oleh kaki tangan pengembang dengan harga hanya Rp 50 ribu per meter persegi.

“Kenapa saya sebut Agung Sedayu, karena yang akan bangun jalan tol berlokasi di PIK 2 dari Bandara (Bandara Soekarno-Hatta) ke Kronjo ya Agung Sedayu. Artinya bukan orang lain, dong,” ujarnya.

Selanjutnya: Bila warga tidak mau menjual tanah, Bila warga tidak mau menjual tanah, kata Said, maka mereka dipaksa menjual dan melapor ke pengadilan. Walhasil, uang ganti rugi yang dititipkan pengadilan oleh instansi yang memerlukan tanah yang akan diterima warga.

Said Didu Kritik lewat Video, Laut Dipatok
Sebelumnya, dalam video berdurasi 2 menit 8 detik yang beredar tampak Said Didu mengenakan kaos putih berkerah dengan logo Adidas di dada kiri, berkacamata hitam berdiri di atas rakit bambu.

Saat menyampaikan kritik pada video itu, Said berada tak jauh dari dermaga Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Dari kejauhan tampak hutan mangrove dan patok-patok yang ditancapkan ke laut sebagai pagar memanjang.

Dalam video tersebut, Said menyebutkan nelayan terusir karena laut telah dipatok. “Saya muter-muter ke wilayah yang disebutkan sebagai Proyek Strategis Nasional yang kita tahu pemiliknya adalah PT. Agung Sedayu yang akan membangun jalan tol.

“Lihat faktanya, inilah wilayah PIK, Teluknaga, Mauk, ini sudah habis dipatok-patok oleh pengembang tadi.

Dan, dampaknya rakyat terusir, dipaksa menjual tanahnya dengan harga yang ditetapkan, informasi lima puluh ribu (Rupiah),” kata Said sambil mengarahkan telunjuknya ke kapal-kapal nelayan yang terhalang pagar laut itu.

Ketika dikonfirmasi soal video itu, Said membenarkannyaIa menyatakan video itu berisi keprihatinanya tentang kondisi masyarakat yang takut melawan intimidasi dan teror. Dia pun mengaku geram dan marah.

Ini sudah masif, preman-preman masuk kampung menjadi kepanjangan tangan pengembang. Rakyat banyak mengadu ke saya tapi mereka dalam ketakutan,” kata Said.

Sebelumnya melalui siaran tertulis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan PIK 2 dan Bumi Serpong Damai (BSD) masuk pengembangan Program Strategis Nasional atau PSN.

Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ahmed Zaki Iskandar menyatakan banyak perizinan di BSD dan PIK2 yang masih belum rampung sehingga memasukan dua pengembang besar itu menjadi PSN.

“Ini sudah masif, preman-preman masuk kampung menjadi kepanjangan tangan pengembang. Rakyat banyak mengadu ke saya tapi mereka dalam ketakutan,” kata Said.

Sebelumnya melalui siaran tertulis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan PIK 2 dan Bumi Serpong Damai (BSD) masuk pengembangan Program Strategis Nasional atau PSN.

Alasan itulah yang kemudian dikritik Said Didu. “Dari awal saya pertanyakan kenapa PIK 2 dengan jalan tol yang dibangun itu menjadi PSN. Ternyata tujuannya adalah untuk menggusur rakyat,” pungkas Said.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial
Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB