Proyek Terminal Cadasari Pandeglang Tuai Kritik, Diduga Mubazir

Avatar photo

- Penulis

Senin, 9 Juni 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red)

i

Foto (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Pandeglang – Proyek pembangunan Terminal Cadasari di Kabupaten Pandeglang yang menelan anggaran sebesar Rp1,6 miliar kini menuai kritik tajam dari masyarakat. Melalui pantauan media terhadap kolom komentar Google Maps serta informasi yang tercantum di website resmi Desa Cadasari, terminal tersebut dinilai tidak berdasarkan kajian matang dan diduga hanya menjadi proyek penghabisan anggaran.

Salah satu warganet, E Muamar S, menyebut terminal ini sebagai proyek gagal. “Tidak berfungsi maksimal, malah bisa menambah kemacetan di pertigaan Cadasari, Jalan Raya Pandeglang–Serang,” tulisnya (9/6).

Kritik senada juga datang dari Nia Umuniatu Solihat yang menyoroti aspek lokasi. Menurutnya, letak terminal tidak strategis dan justru berpotensi memperparah arus lalu lintas. “Jalan di depan terminal kecil dan ada tanjakan menuju jalan raya. Kalau sudah aktif sepenuhnya, bisa menyebabkan kemacetan,” ujarnya.

Akun M Teguh Saefuddin menambahkan bahwa terminal masih jauh dari ketertiban. “Mobil umum jarang masuk, dan kebanyakan digunakan anak muda untuk nongkrong,” katanya.

Warga lain, seperti Yayat Ruhhiyatulloh dan Reyhan Maulana, menyebut terminal ini tidak berfungsi dan terbengkalai. “Tak berfungsi, hanya menghamburkan anggaran,” tulis Yayat. “Terbengkalai, tak guna,” timpal Reyhan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Irfan Mahmudik, “Tidak berguna, hanya membuang anggaran saja.” Bahkan, akun Mr. Rudi Suherman menyebutkan, “Terminal ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.”

Namun, komentar berbeda datang dari Achmad Anwar Sanusi yang menjelaskan bahwa terminal tersebut memang belum resmi beroperasi. “Fasilitas masih belum lengkap, seperti kamar mandi, tempat salat, dan kios pedagang. Terminal ini baru, jadi wajar jika belum maksimal,” ujarnya.

Menariknya, di halaman web resmi Desa Cadasari, turut dimuat pemberitaan bahwa terminal tersebut dalam kondisi terbengkalai. Hal ini memperkuat dugaan masyarakat bahwa proyek tersebut bermasalah, dan bahkan diakui oleh pihak pemerintahan desa setempat.

Kritik publik yang terus mengalir menunjukkan adanya keresahan masyarakat terhadap pembangunan yang dianggap tidak tepat sasaran. Publik kini menunggu klarifikasi serta tindakan lanjutan dari pihak Pemerintah Kabupaten Pandeglang, terutama Bupati, atas proyek terminal yang dinilai tidak membawa manfaat maksimal bagi warga.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru