CBA: Kenaikan PBB Timbulkan Gejolak, Menteri Keuangan dan Mendagri Layak Mundur

Avatar photo

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi.

i

Keterangan foto: Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Direktur Eksekutif Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah kabupaten, termasuk Pati, Jawa Tengah. Kebijakan ini dinilai menimbulkan keresahan warga hingga memicu aksi demonstrasi besar-besaran, Senin (18/8/2025).

Aksi unjuk rasa ribuan warga di Pati berlangsung ricuh. Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 29 warga dan 9 polisi luka-luka dalam bentrokan yang terjadi saat massa menolak kenaikan PBB.

Menurut Uchok, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri seharusnya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas kebijakan fiskal daerah, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Ia bahkan menilai Menkeu Sri Mulyani dan Mendagri Tito Karnavian layak mundur karena dianggap gagal mengantisipasi gejolak di daerah.

“Pertama, Sri Mulyani pernah menyatakan daerah harus kreatif mencari sumber pendapatan dan jangan bergantung pada APBN. Kedua, sejumlah daerah memang terpaksa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tuntutan kemandirian fiskal. Ketiga, transfer pusat ke daerah menurun, termasuk dana bagi hasil sumber daya alam, sehingga daerah makin tertekan,” kata Uchok.

Ia menegaskan, efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berimbas ke daerah akhirnya dibebankan ke masyarakat melalui kenaikan pajak. Karena itu, peran Kemenkeu dan Kemendagri dinilai sangat penting untuk memastikan kebijakan fiskal daerah tidak memberatkan warga. (Red)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru