Jakarta Mencekam, Egi Hendrawan Sebut DPR Biang Kerok Kematian Driver Ojol

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Egi Hendrawan, Sahabat Presisi (Dok ist).

i

Foto: Egi Hendrawan, Sahabat Presisi (Dok ist).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Tragedi aksi demonstrasi yang menelan korban jiwa seorang pengemudi ojek online (Ojol) bernama Affan Kurniawan (21) meninggalkan luka mendalam bagi bangsa. Peristiwa ini memperlihatkan adanya kegagalan serius DPR RI dalam menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat.

Koordinator Sahabat Presisi, Egi Hendrawan, menegaskan DPR RI justru menjadi biang kerok terjadinya benturan antara aparat keamanan dengan masyarakat.

“Aparat dan rakyat dibenturkan karena DPR menutup mata terhadap aspirasi. Affan adalah korban nyata dari kebuntuan politik yang dipertontonkan DPR RI,” tegasnya, Jum’at (29/8/2025).

Egi juga menyoroti kebijakan DPR yang baru-baru ini memunculkan wacana kenaikan gaji anggota DPR RI di tengah kondisi rakyat yang masih kesulitan secara ekonomi. Menurutnya, hal itu semakin menambah gejolak penolakan dan memperlebar jurang antara rakyat dan wakilnya di Senayan.

“Di saat rakyat menjerit, DPR malah sibuk menaikkan gaji. Sungguh ironi, rakyat dibenturkan dengan aparat, sementara wakil rakyatnya menikmati fasilitas dan tunjangan. Inilah puncak pengkhianatan terhadap demokrasi,” ujarnya keras.

Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa tanggung jawab terbesar ada di pundak Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI. Ia menilai Puan gagal menjaga marwah parlemen dan justru membiarkan DPR menjadi simbol kemarahan publik.

“Puan Maharani harus bertanggung jawab penuh. Jalan paling terhormat adalah mundur dari jabatannya. Jika tidak, DPR hanya akan semakin kehilangan legitimasi dan kepercayaan rakyat,” tuturnya.

Egi menyerukan agar DPR segera melakukan introspeksi mendalam, menghentikan wacana kenaikan gaji, dan membuka ruang dialog yang sesungguhnya dengan rakyat. Ia menekankan, aksi demonstrasi adalah hak konstitusional, bukan alasan terjadinya kekerasan dan jatuhnya korban.

“Rakyat hadir untuk menyuarakan keadilan, bukan untuk disambut dengan gas air mata atau peluru. Tragedi Affan adalah alarm bagi demokrasi Indonesia,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru