Handiyono Aruman Serukan Solusi Damai di Tengah Maraknya Aksi Anarkis

Avatar photo

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto/Dok. Handiyono Aruman

i

Foto/Dok. Handiyono Aruman

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Menyikapi maraknya aksi anarkis yang terjadi belakangan ini di berbagai kota besar, Eksponen 98, Handiyono Aruman, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kerusuhan yang terjadi tidak lagi mencerminkan semangat demonstrasi atau aksi damai yang sah dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, aksi-aksi tersebut telah “dibajak” oleh kelompok-kelompok perusak yang bergerak secara sistematis, terarah, dan dengan sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

“Ini bukan lagi bagian dari massa aksi yang menyuarakan pendapatnya. Kita melihat pola kerja yang rapi dari gerombolan perusak yang memang sengaja ingin menciptakan kekacauan,” ujar Handiyono dalam pernyataannya, merujuk pada beberapa laporan media yang menunjukkan keterlibatan kelompok-kelompok non-demonstran yang tertinggal dari rombongan aksi.

Melihat kondisi ini, Handiyono menyampaikan satu gagasan konstruktif: pembangunan Mimbar Aspirasi di setiap halaman Gedung DPR dan DPRD. Mimbar ini, menurutnya, akan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesah, kritik, maupun usulan secara langsung kepada para wakil rakyat tanpa hambatan pagar tinggi atau blokade beton yang justru memperlebar jarak antara rakyat dan para pemimpinnya.

“Kenapa harus takut mendengarkan suara rakyat? Jangan tinggikan pagar, jangan halangi dengan brigade beton. Buka pintu dialog seluas-luasnya,” ujarnya, Senin (1/9/2025)

Ia juga menekankan bahwa dengan adanya mimbar tersebut, para anggota dewan dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat tanpa harus menunggu masa reses atau menggelontorkan anggaran tambahan untuk kegiatan serap aspirasi.

Dengan cara ini, Handiyono percaya, ikatan antara rakyat dan wakilnya akan semakin erat. Ia menyebut bahwa kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat dijamin konstitusi, namun perlu difasilitasi dalam ruang yang aman, terbuka, dan tidak mengundang kerusuhan.

“Mimbar aspirasi bukan hanya simbol, tetapi ruang nyata demokrasi. Di sana rakyat bisa bicara, dan wakil rakyat bisa mendengar tanpa perantara, tanpa sekat, dan tanpa rasa takut.” pungkasnya

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru