Pengamat Hukum Mendesak Kejagung Segera Tangkap Mafia Migas Riza Chalid

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Egi Hendrawan, Pengamat Hukum dan Politik.

i

Foto: Egi Hendrawan, Pengamat Hukum dan Politik.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pengamat Hukum dan Politik Egi Hendrawan mendesak Kejaksaan Agung segera menangkap Riza Chalid yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menurut Egi, keberadaan Riza yang hingga kini mangkir dari panggilan pemeriksaan semakin menodai citra penegakan hukum Indonesia.

“Kondisi negara Semakin Buruk bila Riza Chalid belum ditangkap. Penegakan hukum terhadap mafia migas harus menjadi prioritas, karena kerugian negara mencapai triliunan rupiah.” kata Egi Hendrawan, Selasa (2/9/2025).

Sejak 11 Juli 2025, Kejaksaan Agung telah menetapkan Riza sebagai tersangka, meski hingga kini keberadaannya belum diketahui. Publik mencurigai ia berada di Malaysia, sementara Singapura menyatakan siap membantu jika ada permintaan resmi dari Indonesia.

Desakan untuk menahan Riza juga datang dari masyarakat sipil, termasuk MAKI, yang melihat penangkapan Riza sebagai jalan membuka jaringan mafia migas di Tanah Air.

Egi menegaskan perlunya penerbitan Red Notice Interpol dan diplomasi internasional agar Riza segera diproses hukum.

“Tidak boleh ada lagi ruang aman bagi koruptor kelas kakap. Penangkapan Riza akan menjadi momentum penting untuk menunjukkan keseriusan negara dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tambah Egi.

Pernyataan Egi senada dengan komitmen teguh Presiden Prabowo yang disampaikan sehari sebelumnya

“Saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun, saya bertekad memberantas korupsi sekuat apapun mereka saya tidak akan mundur setapak pun, saya yakin rakyat bersama saya.” pungkas Egi, menirukan ucapan Prabowo

Soliditas ini juga didukung oleh pejabat kabinet yang menegaskan komitmen penuh dalam mendukung agenda bersih-bersih Presiden, khususnya dalam membongkar mafia migas dan pemberantasan korupsi.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru