Anggota Komisi IV DPR RI Arif Rahman Beri Apresiasi dan Catatan pada Raker dengan Menteri KKP

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman.

i

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Arif Rahman, memberikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan kritis dalam rapat kerja Komisi IV bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait rencana kerja dan anggaran KKP tahun 2026.

Arif Rahman, legislator asal daerah pemilihan Banten I (Lebak–Pandeglang), menyampaikan bahwa Fraksi NasDem mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, transformasi biru, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap beberapa aspek, Jakarta komplek parlemen (3/9).

Arif menyoroti pagu anggaran KKP tahun 2026 yang ditetapkan sekitar Rp13 triliun. Dengan anggaran tersebut, KKP menargetkan produksi perikanan sebesar 25,4 juta ton dengan nilai ekspor US$6,2 miliar.

“Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024, produksi perikanan tercatat 24,1 juta ton dengan ekspor US$5,9 miliar. Artinya target 2026 memang realistis, tetapi perlu percepatan yang lebih terukur, khususnya dalam peningkatan mutu produk, sistem penelusuran asal-usul, dan penetrasi pasar ekspor,” ujarnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih
Selain itu, Arif juga menyoroti program Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dibangun di 250 lokasi dengan anggaran cukup besar.

“Program ini patut diapresiasi, tetapi perlu diingat bahwa 25 persen rumah tangga nelayan masih hidup di bawah garis kemiskinan. Kami ingin tahu kriteria seleksi lokasi, serta strategi agar kampung nelayan ini benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setelah infrastruktur selesai dibangun,” tegasnya.

Arif menekankan perlunya pengelolaan tata ruang laut yang lebih baik. Ia menyoroti percepatan penerbitan 500 KK-PLL dan integrasi RZWP3K di tujuh provinsi.

“Faktanya, masih banyak pemanfaatan ruang laut yang tumpang tindih. Nelayan berhadapan dengan pariwisata, pariwisata berbenturan dengan energi, sementara ruang konservasi sering terabaikan. Jika percepatan tidak dikelola dengan baik, konflik dan kerusakan ekologi pesisir bisa meningkat,” katanya.

Dana Alokasi Khusus (DAK)
Lebih lanjut, Arif juga menyinggung usulan DAK fisik bidang pangan akuatik pada 2026 yang mencapai Rp1,29 triliun. Ia menilai serapan DAK di daerah selama ini masih rendah akibat berbagai kendala teknis.

“Pertanyaannya, bagaimana kementerian menjamin pada 2026 daerah penerima DAK siap sejak triwulan pertama? Apa langkah konkret dan rencana aksi 100 hari agar anggaran tidak kembali terhambat persoalan klasik seperti dokumen yang belum siap, lahan yang belum tersedia, hingga proses lelang yang lambat?” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, Arif juga menyoroti persoalan illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing. Ia menyebut bahwa pada 2024 masih tercatat sekitar 600 kasus pelanggaran perikanan di berbagai wilayah.

“Ini harus menjadi perhatian serius KKP agar di tahun-tahun mendatang pelanggaran serupa bisa ditekan secara signifikan,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial
Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB